KUALA LUMPUR, Humas UNJ – Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ) terus memperkuat pendampingan mahasiswa dalam program mobilitas internasional. Hal tersebut diwujudkan melalui kunjungan Wakil Dekan I FIKK UNJ kepada mahasiswa FIKK yang mengikuti Program Student Exchange EQUITY di INTI International University, Malaysia, Minggu (26/7/26).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen FIKK UNJ untuk memastikan mahasiswa memperoleh dukungan selama menjalani pengalaman akademik di luar negeri. Selain membahas perkembangan perkuliahan, pertemuan juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pengalaman, tantangan, serta proses adaptasi yang dihadapi selama berada di lingkungan akademik dan sosial yang berbeda.
Salah satu mahasiswa FIKK UNJ yang mengikuti program tersebut adalah Steven Alexander Garcia, mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan. Program student exchange berlangsung selama hampir dua bulan, mulai 9 Juni hingga 1 Agustus 2026, di INTI International University, Malaysia.
Program ini dilaksanakan dengan dukungan Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Program EQUITY.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Dekan bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FIKK UNJ, Kuswahyudi, berdiskusi secara langsung dengan mahasiswa mengenai proses pembelajaran dan kehidupan selama berada di Malaysia. Mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk menyampaikan berbagai pengalaman, termasuk tantangan dalam beradaptasi dengan lingkungan akademik, budaya, bahasa, serta kehidupan sosial yang berbeda.

Pengalaman mengikuti pendidikan di luar negeri menuntut mahasiswa untuk beradaptasi dengan penggunaan bahasa Inggris dalam lingkungan akademik, sistem pembelajaran yang menekankan independent learning, pengelolaan tugas secara digital, kedisiplinan terhadap tenggat waktu, serta interaksi dalam lingkungan kampus yang multikultural.
Wakil Dekan I FIKK UNJ menegaskan bahwa kehadiran fakultas dalam program mobilitas internasional tidak hanya bertujuan memantau perkembangan akademik mahasiswa, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan dukungan selama menjalani proses adaptasi.
“Mahasiswa yang mengikuti program internasional membawa nama UNJ dan FIKK, sehingga pendampingan tidak berhenti ketika mereka berangkat ke perguruan tinggi mitra. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan dukungan secara akademik maupun moral, mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, dan dapat menyelesaikan program dengan baik,” ujar Kuswahyudi.
Ia menambahkan, pengalaman internasional merupakan kesempatan penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemandirian, kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta wawasan lintas budaya.
“Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Jangan hanya berorientasi pada perkuliahan, tetapi juga bangun jejaring, pelajari budaya baru, tingkatkan kemampuan bahasa dan komunikasi, serta bawa pengalaman tersebut untuk memberikan kontribusi ketika kembali ke UNJ,” tambahnya.
Selama mengikuti program di INTI International University, mahasiswa FIKK UNJ memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan pembelajaran, berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara, menggunakan bahasa Inggris secara aktif, serta mengembangkan kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi dalam lingkungan multikultural.
Program student exchange juga menjadi bagian dari proses pembentukan mahasiswa yang memiliki perspektif global. Pengalaman belajar di luar negeri mendorong mahasiswa untuk menghadapi lingkungan baru, menyelesaikan persoalan secara lebih mandiri, membangun jejaring internasional, dan meningkatkan kepercayaan diri.
Bagi FIKK UNJ, pendampingan mahasiswa selama mengikuti program internasional menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas mobilitas akademik. Pengalaman mahasiswa selama program juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan persiapan keberangkatan, mekanisme pendampingan, adaptasi akademik, serta pengembangan kerja sama dengan perguruan tinggi mitra.
Kegiatan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pemberian kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman pendidikan berkualitas dalam lingkungan internasional. Program ini juga mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan pendidikan tinggi dan mobilitas mahasiswa antara UNJ dan perguruan tinggi mitra di Malaysia.
Melalui program student exchange dan pendampingan yang berkelanjutan, FIKK UNJ terus membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang dalam lingkungan global. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi, kemandirian, dan perspektif internasional mahasiswa sebagai bekal untuk berkontribusi di masyarakat serta mengharumkan nama UNJ di tingkat global.