FEB UNJ Gelar Webinar Internasional: Strategi Keberlanjutan SDM untuk Generasi Z di Era Digital

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Kembali Pertahankan Predikat “Badan Publik…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Jawab Tantangan “Mismatch” Dunia Kerja, UNJ Siapkan Ratusan Skema Sertifikasi Kompetensi Futuristik

FISH UNJ Gelar Employer Meeting untuk Perkuat Lulusan Adaptif dan Kompeten dalam Dunia Kerja

Batavia Team UNJ Raih Juara 5 Kategori Battery Electric di Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026

Comdev Program EQUITY UNJ Hadirkan Trauma Healing bagi Siswa di Daerah Rawan Bencana Cianjur

FT UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE dan Kebutuhan Dunia Kerja

Jakarta, 16 April 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ) kembali menggelar kegiatan berskala internasional dalam rangka Economics Expo 2025. Acara ini menghadirkan International HR Webinar dengan tema Human Resource Sustainability for Generation Z: Strategies and Challenges in the Digital Era. Webinar ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Webinar menghadirkan tiga pembicara ternama dari dalam dan luar negeri yang membagikan wawasan strategis terkait keberlanjutan sumber daya manusia (SDM), khususnya untuk generasi Z, di tengah perubahan dan tantangan digital yang terus berkembang:

  1. Achmad Ghazali, Ph.D – Associate Professor di School of Business and Management, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB)
  2. Hanif Rizaldy, S.M., M.B.A – Kandidat Ph.D dan dosen di Asia University, Taiwan
  3. Sri Mulyati, S.M– Head of Talent Acquisition Erdigma Indonesia

Kegiatan ini diawali dengan sambutan oleh Prof. Dr. Umi Widyastuti, SE, M.E, selaku Koordinator Program Doktor Ilmu Manajemen FEB UNJ dan Ketua Economics Expo 2025. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya adaptasi manajemen SDM terhadap perkembangan karakteristik generasi Z yang digital native dan mengedepankan nilai keberagaman serta fleksibilitas kerja.

Webinar ini terdiri dari tiga sesi utama:

Sesi pertama: Memahami Generasi Z dan Dampaknya terhadap Manajemen SDM oleh Achmad Ghazali, Ph.D.

Achmad Ghazali mengajak peserta memahami perubahan preferensi dan nilai-nilai Generasi Z yang menekankan bahwa Gen Z hadir dengan karakteristik digital native, multitasker, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan serta inklusivitas. Dalam dunia kerja, Gen Z mencari makna dalam pekerjaan, bukan hanya sekadar gaji. Oleh karena itu, strategi manajemen SDM perlu mengakomodasi keunikan mereka melalui pendekatan yang lebih fleksibel, transparan, dan berbasis teknologi.

Sesi kedua: Generation Z Expectations for a Sustainable Work Environment oleh Hanif Rizaldy, S.M., M.B.A.

Hanif menjelaskan bahwa Generasi Z sangat peduli terhadap isu keberlanjutan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam memilih tempat kerja. Mereka mengharapkan lingkungan kerja yang mendukung nilai-nilai keberlanjutan, seperti hybrid working, keterlibatan sosial perusahaan, serta komitmen terhadap inklusi dan transparansi. Gen Z tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga tempat di mana mereka bisa berdampak.

Sesi ketiga: Strategi HR Sustainability untuk Generasi Z di Era Digital oleh Sri Mulyati, S.M.

Sri Mulyati memaparkan strategi praktis dalam menarik dan mempertahankan talenta Gen Z. Menyoroti pentingnya employer branding berbasis digital, proses rekrutmen yang adaptif, serta pengalaman kandidat yang humanis dan berbasis data. Menurutnya, Gen Z membutuhkan ruang untuk berkembang, mendapatkan feedback yang konstruktif, serta work-life balance yang mendukung kesehatan mental mereka.

Webinar ini menjadi wadah diskusi yang membuka wawasan tentang pentingnya membangun sistem manajemen SDM yang berkelanjutan dan responsif terhadap dinamika generasi muda. Dengan pendekatan yang inklusif, digital, dan berorientasi pada keberlanjutan, diharapkan perusahaan mampu menjadi tempat tumbuh yang ideal bagi Gen Z, sekaligus menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.