JAKARTA, Humas UNJ – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ) resmi memperkuat kerja sama dengan Arasoft Co., Ltd., perusahaan teknologi pendidikan (EdTech) asal Korea Selatan, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan pelatihan pembuatan modul interaktif. Kegiatan berlangsung di Ruang Dekan Lantai 6 Gedung Hasyim Asy’ari, Kampus A UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (14/9/26).
MoU ditandatangani oleh Dekan FMIPA UNJ, Hadi Nasbey, dan Direktur Arasoft Korea Kang Min Soo. Kerja sama tersebut menjadi langkah awal dalam pengembangan bahan ajar digital sekaligus penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutan.
Sebagai implementasi awal, FMIPA UNJ bersama Arasoft menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Modul Interaktif Berbasis Software Namo Author untuk Mendukung Pembelajaran Berkelanjutan pada 14–15 September 2026. Kegiatan diikuti oleh dosen serta mahasiswa program sarjana dan magister di lingkungan FMIPA UNJ.
Mengusung tema “Transformasi Pembelajaran Digital melalui Pengembangan E-Modul Inovatif untuk Mendukung Pendidikan Berkualitas dan Berkelanjutan”, pelatihan memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mengembangkan bahan ajar digital menggunakan software Namo Author. Teknologi tersebut mendukung pembuatan e-modul berbasis EPUB3 yang dapat mengintegrasikan teks, gambar, audio, video, simulasi interaktif, hingga kuis evaluasi mandiri.
Dekan FMIPA UNJ, Hadi Nasbey, mengatakan pemanfaatan teknologi digital menjadi semakin penting dalam pembelajaran, khususnya pada bidang sains yang membutuhkan media untuk membantu mahasiswa memahami konsep secara lebih visual dan kontekstual.
“Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi FMIPA UNJ dalam menghadirkan pembelajaran yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui Namo Author dan format EPUB3, dosen dapat mengembangkan bahan ajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga interaktif sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna,” ujar Hadi.

Menurutnya, kerja sama tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi program yang memberikan dampak lebih luas bagi pengembangan pembelajaran di FMIPA UNJ.
“Ke depan, kami berharap kemampuan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan dalam pengembangan berbagai modul pembelajaran dan menjadi bagian dari inovasi akademik di FMIPA. Kami juga terbuka untuk mengembangkan riset bersama sehingga teknologi yang digunakan dapat terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Arasoft Korea, Kang Min Soo, menyampaikan komitmen untuk mendukung pengembangan kompetensi sivitas akademika UNJ dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran digital. Kerja sama dengan perguruan tinggi dinilai menjadi ruang penting untuk mengembangkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan.
Pelatihan selama dua hari tersebut tidak hanya berfokus pada pengenalan perangkat lunak, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan pembuatan modul digital interaktif. Peserta diarahkan untuk mengembangkan bahan ajar dengan memanfaatkan berbagai fitur multimedia sehingga materi pembelajaran dapat disajikan secara lebih dinamis.

Kerja sama FMIPA UNJ dan Arasoft Korea selanjutnya akan diarahkan pada pengembangan program yang lebih berkelanjutan, termasuk riset kolaboratif berbasis e-modul dan pengembangan bahan ajar digital. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi pembelajaran sekaligus menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dalam proses pendidikan.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya FMIPA UNJ dalam memperkuat transformasi digital pendidikan melalui peningkatan kompetensi sivitas akademika dan pengembangan media pembelajaran inovatif. Melalui kemitraan dengan Arasoft Korea, FMIPA UNJ diharapkan mampu memperluas ekosistem pembelajaran digital, mendorong riset dan inovasi, serta menghadirkan bahan ajar yang lebih interaktif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.