FT UNJ Hadirkan Praktisi Industri dalam Seminar Tata Rias

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Refleksi Hardiknas Dalam Kilasan Pemikiran Tiga…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Dua Mahasiswa UNJ Melaju ke Pilmapres Nasional 2026

Dosen UNJ Bekali Warga Kampung Melayu Keterampilan Jahit dan Pemasaran Digital

FEB UNJ Terima Benchmarking Pengembangan Magister Manajemen UAI

Dosen UNJ Bekali Warga Kampung Melayu Keterampilan Jahit dan Pemasaran Digital

UNJ Jajaki Kolaborasi Akademik dan Industri dengan Mitra di India

Jakarta, Humas UNJ – Program Studi S1 Tata Rias dan Program Studi D4 Kosmetik dan Perawatan Kecantikan Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) menyelenggarakan “Look & Learn Seminar” bekerja sama dengan Rudy Hadisuwarno School di Aula Latief, Gedung Dewi Sartika, Kampus A UNJ, Senin (13/7/26). Kegiatan ini menghadirkan praktisi industri kecantikan untuk berbagi pengalaman sekaligus memberikan demonstrasi keterampilan kepada mahasiswa.

Seminar tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan dunia industri. Selain memperoleh materi dari praktisi, mahasiswa juga berkesempatan menyaksikan secara langsung penerapan berbagai teknik yang digunakan dalam bidang tata rias dan kecantikan.

Dekan FT UNJ, Prof. Neneng Siti Silvi Ambarwati, mengatakan kolaborasi dengan pelaku industri penting untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Menurut dia, kebutuhan industri yang terus berkembang menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga memahami praktik profesional yang berlaku di lapangan.

“Kolaborasi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual serta memahami kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja,” ujar Prof. Neneng dalam sambutannya.

Ia menambahkan, kegiatan seperti Look & Learn Seminar dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja. Dengan demikian, lulusan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri kecantikan yang terus berubah.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi talkshow yang menghadirkan pendiri Rudy Hadisuwarno School, Rudy Hadisuwarno. Dalam pemaparannya, ia berbagi pengalaman mengenai perjalanan kariernya sekaligus perkembangan industri kecantikan yang dinilai semakin dinamis seiring perubahan tren dan kebutuhan pasar.

Menurut Rudy, keberhasilan di bidang kecantikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar. Ia menekankan pentingnya memperbarui pengetahuan dan keterampilan agar dapat mengikuti perkembangan industri.

“Pesan yang sangat penting adalah kalian harus selalu belajar, jangan cepat puas. Tidak hanya belajar, tetapi juga memperbanyak praktik serta mencari referensi dari berbagai sumber karena ilmu kecantikan akan terus berkembang,” kata Rudy.

Selain keterampilan teknis, ia juga menyoroti pentingnya sikap profesional dalam membangun karier. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi, kedisiplinan, dan etika kerja menjadi faktor yang turut menentukan keberhasilan seseorang di dunia profesional.

Rudy juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Rudy Hadisuwarno School dan FT UNJ. Ia menilai kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri dapat membantu mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kebutuhan dunia kerja.

“Salah satu program kami adalah bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan agar mahasiswa mendapatkan gambaran nyata mengenai dunia kerja. Selain belajar keterampilan dan attitude, mereka juga dapat mengikuti program magang untuk mematangkan kompetensi yang telah diperoleh selama kuliah,” ujarnya.

Setelah sesi diskusi, peserta mengikuti demonstrasi teknik gunting rambut (hair cutting) yang dipandu oleh Gunawan Hadisuwarno. Dalam sesi tersebut, mahasiswa diperlihatkan berbagai teknik pemotongan rambut serta penjelasan mengenai penerapannya sesuai karakter pelanggan dan tren yang berkembang.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi penataan sanggul oleh tim pengajar Rudy Hadisuwarno School, Misnora dan Mey. Melalui sesi praktik tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai proses penataan rambut yang menuntut ketelitian, kreativitas, dan pemahaman estetika.

Sebagai penutup, hasil demonstrasi ditampilkan melalui sesi catwalk yang memperagakan hasil akhir teknik hair cutting dan penataan sanggul. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung hasil karya yang telah dipresentasikan selama seminar.

Melalui kegiatan tersebut, Program Studi S1 Tata Rias dan Program Studi D4 Kosmetik dan Perawatan Kecantikan FT UNJ berharap mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan industri kecantikan serta kesiapan yang lebih baik dalam memasuki dunia kerja melalui pengalaman belajar yang terhubung dengan praktik profesional di industri.