Jakarta, Humas UNJ — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ) menerima kunjungan benchmarking dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Al Azhar Indonesia (FEB UAI) di Gedung SFD Lantai 10, Kampus UNJ, Jakarta, Jumat (10/7/26). Kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengalaman dalam pengelolaan Program Studi Magister Manajemen sekaligus memperkuat kerja sama antarkedua perguruan tinggi.
Pertemuan tersebut dihadiri pimpinan fakultas, pengelola program studi, serta dosen dari kedua institusi. Diskusi difokuskan pada tata kelola program pascasarjana, pengembangan kurikulum, peningkatan mutu akademik, hingga strategi memperkuat keterkaitan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Dekan FEB UNJ, Prof. Mohamad Rizan, menyampaikan bahwa benchmarking merupakan bagian dari budaya akademik yang penting untuk mendorong perbaikan berkelanjutan di perguruan tinggi. Melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik, setiap institusi dapat memperoleh masukan yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rizan memperkenalkan profil FEB UNJ yang saat ini memiliki 18 program studi pada jenjang sarjana, sarjana terapan, magister, dan doktor. Pada jenjang pascasarjana, FEB UNJ menyelenggarakan Program Magister Manajemen, Magister Akuntansi, dan Magister Pendidikan Ekonomi. Adapun pada jenjang doktor tersedia Program Doktor Ilmu Ekonomi, Program Doktor Ilmu Akuntansi, serta Program Doktor Manajemen Bisnis.
Menurutnya, penguatan program pascasarjana menjadi salah satu fokus pengembangan fakultas. Upaya yang dilakukan antara lain melalui penyempurnaan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, penguatan budaya riset, serta perluasan jejaring kerja sama dengan berbagai mitra di tingkat nasional maupun internasional.
Sesi berikutnya diisi pemaparan Koordinator Program Studi Magister Manajemen FEB UNJ, Osly Usman. Ia menjelaskan bahwa Program Studi Magister Manajemen terus menunjukkan perkembangan positif, salah satunya tercermin dari meningkatnya minat masyarakat untuk melanjutkan studi pada program tersebut.
Osly mengatakan, peningkatan kepercayaan masyarakat tidak terlepas dari komitmen program studi dalam menjaga kualitas pembelajaran dan memastikan materi perkuliahan tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja.
Salah satu strategi yang diterapkan adalah memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan belajar dari dosen praktisi yang berasal dari kementerian, lembaga pemerintah, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, perusahaan swasta nasional, hingga perusahaan multinasional.
Selain itu, evaluasi dan pemutakhiran kurikulum dilakukan secara berkala dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Alumni, pengguna lulusan, asosiasi profesi, akademisi, serta perwakilan dunia usaha dan industri turut memberikan masukan agar kurikulum tetap sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pasar kerja.
Dalam paparannya, Osly juga menjelaskan bahwa kurikulum Program Magister Manajemen disusun dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Setiap mata kuliah dirancang berdasarkan capaian pembelajaran lulusan yang telah ditetapkan sehingga proses pendidikan lebih terarah dalam membangun kompetensi akademik dan profesional mahasiswa.
Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, program studi juga memberikan pembekalan keterampilan profesional melalui berbagai kegiatan pendukung, seperti pelatihan komunikasi profesional, kepemimpinan, etika bisnis, personal branding, grooming, dan table manner. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Al Azhar Indonesia, Hanny Nurlatifah, menyampaikan apresiasi atas berbagai pengalaman dan praktik baik yang dibagikan FEB UNJ. Menurutnya, sejumlah inovasi yang diterapkan dalam pengelolaan Program Magister Manajemen dapat menjadi referensi dalam pengembangan program pascasarjana di lingkungan UAI.
Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai tantangan dan peluang dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Kedua institusi juga menjajaki peluang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari seminar dan kuliah tamu, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan kurikulum.
Melalui kegiatan ini, FEB UNJ dan FEB UAI berharap dapat memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membangun kerja sama yang berkelanjutan. Pertukaran pengalaman yang dilakukan diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu program pascasarjana dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik serta profesional sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.