Kisah Perjuangan Mahasiswa Palestina Mahmoud Alagha yang Lulus dari UNJ Berkat Beasiswa dan Bantuan Rumah Amal

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Uncategorized
  4. »
  5. Kisah Ani, Seorang Guru Islamic Boarding…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Wagub DKI Jakarta Hadiri Forum Orientasi Penerima Baru KJMU Tahap II Tahun 2025 di UNJ

LSPP1-UNJ Jadi Rujukan Benchmarking Universitas Tidar Magelang dalam Persiapan Pembentukan LSP

Niat Mulia untuk Bahagiakan Keluarga Kunci Sukses Fadillah Raih Predikat Wisudawati Terbaik SPs UNJ

Minat Pada Perilaku Manusia yang Kompleks, Antarkan Nesha Raih Predikat Wisudawan Terbaik Psikologi UNJ

Kezia Ayu Teena yang Berhasil Menemukan Minatnya dan Raih Predikat Wisudawan Terbaik Magister Psikologi UNJ

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menorehkan catatan sejarah dengan meluluskan mahasiswa asing pertama yang memperoleh skema beasiswa penuh bagi warga Palestina. Mahmoud Ghassan Abdallah Alagha, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNJ, resmi diwisuda pada Senin, 13 April 2026 pada Wisuda UNJ Tahun Akademik 2025/2026 Sesi I di GOR UNJ.
 
Pria asal Palestina itu menjadi perhatian karena perjalanan akademiknya yang unik, dimulai dari rekomendasi resmi Kedutaan Besar Palestina di Indonesia hingga dukungan penuh dari universitas dan lembaga filantropi.
 
Mahmoud, begitu ia akrab disapa, tiba di Indonesia pada awal tahun 2024. Kehadirannya tidak lepas dari surat rekomendasi Kedutaan Besar Palestina untuk bergabung dengan program magister di UNJ. Rekomendasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Rektor UNJ dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Bisnis, yang memberikan izin serta kebijakan khusus.
 
Berkat izin tersebut, Mahmoud menjadi mahasiswa asing pertama di UNJ yang mendapatkan beasiswa dengan skema pembiayaan bebas uang kuliah (UKT) sekaligus bebas biaya asrama selama masa studi. Beasiswa ini mencakup seluruh biaya pendidikan dari awal hingga wisuda.

 

Selain beasiswa dari UNJ, Mahmoud juga menerima bantuan biaya hidup yang dikelola melalui kerja sama UNJ dengan Rumah Amal Salman. Lembaga filantropi yang fokus pada pendidikan ini memberikan dukungan bulanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Mahmoud selama berkuliah di Jakarta.
 
“Bantuan beasiswa yang diberikan UNJ ini sangat berarti buat saya. Saya memiliki harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik bagi saya dan keluarga saya serta di balik perang yang tak kunjung reda di negara saya. Orang tua saya sebelumnya adalah pengusaha, namun perang merengut keluarga saya dan membawa saya ke UNJ. Terima kasih kepada Universitas Negeri Jakarta, Pak Rektor Prof Komarudin, Pak Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Bisnis, Pak Andy Hadyanto yang telah membuka hati untuk mahasiswa Palestina dan memberikan saya keluarga dan teman- teman baru di Indonesia. Saya menjadi memiliki semangat dan harapan untuk hidup,” ujar Mahmoud usai sesi wisuda.
 
Perjalanan Mahmoud di UNJ tidak berjalan sendirian. Sejak kedatangannya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Kantor Urusan Internasional (KUI) UNJ, Admisi, serta Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab turut aktif mendampingi. Mereka membantu segala urusan akademik seperti penyesuaian kurikulum, bimbingan tesis, hingga non-akademik seperti administrasi tempat tinggal dan adaptasi budaya.
 
Kepala Prodi Magister Pendidikan Bahasa Arab FBS UNJ dalam sambutannya mengatakan, “Mahmoud adalah mahasiswa yang gigih. Meskipun berasal dari zona konflik, semangat belajarnya luar biasa. Kami bangga ia bisa menyelesaikan studinya tepat waktu.” ungkapnya.
 
Prosesi wisuda menjadi momen haru bagi Mahmoud. Ia mengenakan toga kebanggaan bersama para wisudawan lainnya. Di bangku penonton, orang -orang yang selalu mendukungnya, serta para dosen dan sahabat dekatnya turut memberikan apresiasi.
 
Dalam kesan dan pesannya, Mahmoud menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. “Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan UNJ, Rumah Amal, dan seluruh rakyat Indonesia. Gelar ini bukan hanya milik saya, tapi juga untuk keluarga saya di Palestina dan untuk Indonesia yang telah menjadi rumah kedua,” tuturnya haru.
 
Dengan wisudanya Mahmoud Alagha, UNJ menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan internasional sekaligus akses pendidikan bagi mahasiswa dari negara sahabat, terutama Palestina, di tengah konflik dan keterbatasan yang mereka hadapi. Mahasiswa asal Palestina ini menyelesaikan studi magister Pendidikan Bahasa Arab dalam waktu kurang lebih dua tahun. Prestasinya menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga filantropi, dan dukungan diplomatik dapat menghasilkan lulusan berkualitas lintas bangsa.