Kuliah Umum Pendidikan Musik FBS UNJ Hadirkan Pakar dari University Malaya

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Muhammad Zacky Alfatah, Mahasiswa UNJ yang…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Buktikan Diri sebagai Kampus Berdampak, UNJ Tuai Pujian dan Undangan Kolaborasi dari Berbagai Pihak

Wujudkan Visi Kampus Berdampak, UNJ Gelar FGD Diseminasi Pengabdian Masyarakat Program EQUITY LPDP

9 Duta Besar Hadiri Pertemuan Francophonie 2026, UNJ Fokus Perkuat Kerja Sama Internasional

Pemeringkatan Internasional UNJ Terus Melesat, Kini Masuk Peringkat 801+ versi THE Asia University Ranking

UNJ Akselerasi SDGs ke-3 melalui Penguatan Ekosistem Kampus Sehat Mental lewat Sosialisasi PLPBK dan Pelatihan PFA

Jakarta, Humas UNJ – Program Studi Pendidikan Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (FBS UNJ) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Music Education and Malay Performing Arts: Revitalizing Tradition through Digital Innovation” pada Rabu, 15 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Maftuchah, Lantai 2 Gedung Dewi Sartika, Kampus UNJ Rawamangun.

Kuliah umum menghadirkan Shafa Atussara Silahudin dari University Malaya, Malaysia, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Shafa membahas strategi inovatif dalam mengintegrasikan pendidikan musik dan seni pertunjukan Melayu dengan teknologi digital. Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman guna melestarikan dan menghidupkan kembali warisan budaya agar tetap relevan bagi generasi muda.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNJ. Selain memperluas wawasan akademik, kuliah umum ini juga menjadi ajang mempererat kerja sama antara UNJ dan University Malaya dalam bidang seni dan pendidikan.

Samsi Setiadi selaku Dekan FBS UNJ menyampaikan harapannya agar kolaborasi internasional semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pelestarian seni budaya di Indonesia.