LPPM UNJ Sukses Gelar Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat 2026

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Pengabdian
  4. »
  5. LPPM UNJ Sukses Gelar Seminar Nasional…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Gelar Workshop Tata Kelola Kerja Sama, Dorong Implementasi Nyata dan Peningkatan IKU 5

Mahasiswa FIP UNJ Raih Juara 3 Poster Ilmiah pada KOMPAK Tingkat Nasional 2026

Sivitas Prodi PGPAUD FIP UNJ Raih Juara 3 pada Kegiatan APG PAUD 2026 di Bali

UNJ dan Sudin Pemuda dan Olahraga Jakarta Pusat Bersinergi Tingkatkan Kompetensi Profesional Guru PJOK

UNJ Gelar Cek Kesehatan Mental dan Fisik Gratis, Dorong Sivitas Akademika Lebih Peduli Kesehatan Diri

JAKARTA, Humas UNJ – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SNPPM) 2026. Mengusung tema ”Membangun Masyarakat Berdaya Melalui Pengabdian Berdampak”, acara ini dilangsungkan secara hibrid, yakni secara luring bertempat di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Raden Dewi Sartika UNJ, dan secara daring melalui siaran langsung di kanal YouTube LPPM UNJ (30/9/26).

Seminar nasional ini juga menghadirkan dua narasumber diantaranya Prof. I Ketut Adnyana selaku Direktur Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Dirjen riset dan pengembangan dan Roza Yusfiandayani selaku Wakil Kepala Lembaga Layanan Agromaritim dan Science techo park.

Dalam laporannya, Iwan Setiawan selaku Koordinator Pusat Pengabdian Masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata sekaligus Ketua Pelaksana, menyampaikan bahwa tema tahun ini merupakan wujud komitmen nyata perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak boleh hanya berhenti pada tahap seremonial atau pelaksanaan kegiatan semata, melainkan harus mampu menghasilkan perubahan yang nyata, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Iwan merinci bahwa SNPPM 2026 diikuti oleh 119 peserta. Peserta tersebut terdiri dari akademika internal UNJ serta peserta perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya Politeknik Negeri Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Buton, Universitas Riau, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Swadaya Gunung Jati. Tingginya partisipasi dari luar instansi ini menunjukkan bahwa SNPPM UNJ telah berkembang menjadi ruang pertukaran gagasan bertaraf nasional. Untuk menunjang jalannya seminar, presentasi dibagi ke dalam enam ruang sidang paralel berdasarkan bidang keilmuan yang telah ditetapkan.

Menyambung hal tersebut, Ketua LPPM UNJ, Prof. Iwan Sugihartono, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas perguruan tinggi untuk mengamplifikasi dampak pengabdian. Acara ini turut menghadirkan narasumber pakar di bidangnya, yakni Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikbudristek, Prof. Ketut Adnyana., serta Wakil Kepala Lembaga Layanan Agro Maritim dan Science Technopark IPB University, Roza Yusfi Andayani.

“Melalui forum ini, kita berharap dapat berbagi pengalaman dari berbagai program yang telah dilaksanakan. Tanpa kolaborasi, dampak pengabdian yang kita lakukan tidak akan bisa meluas,” ungkap Prof. Iwan

Rektor UNJ, Prof. Komarudin, Rektor memberikan apresiasi tinggi kepada LPPM yang konsisten menjadikan SNPPM sebagai agenda tradisi tahunan. Prof. Komarudin berpesan agar diseminasi ini diikuti dengan adanya alat ukur yang jelas untuk mengevaluasi seberapa besar dan dalam dampak yang telah diberikan perguruan tinggi kepada masyarakat.

Prof. Komarudin juga menyoroti evolusi pengabdian UNJ yang kini semakin bervariasi. Tidak lagi eksklusif pada ranah pendidikan, UNJ kini merambah pembinaan ekonomi UMKM, digital marketing, hingga teknologi tepat guna. Salah satu capaian paling membanggakan adalah program Desa Wisata binaan UNJ di Subang yang telah berjalan selama tujuh tahun dan sukses menyabet predikat juara nasional. Saat ini, program serupa juga tengah dirintis di Indramayu dengan berbagai tantangan sosiologisnya tersendiri.

Sebagai penutup, Rektor memberikan dorongan motivasi sekaligus tantangan bagi para dosen dan peneliti UNJ. Ia menginstruksikan perbaikan tata kelola, pendokumentasian, dan pelaporan administrasi kegiatan pengabdian agar lebih tertata rapi.

“Kita harus banyak belajar membuat skema pengabdian masyarakat yang memberikan dampak langsung bagi warga, namun juga berdampak positif bagi pemeringkatan institusi dan kebanggaan kampus kita di tingkat kementerian,” tegas Prof. Komarudin.