Mahasiswa UNJ Ikuti Pembekalan “Prevention Influencer” yang Digelar BNN dan Colombo Plan

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Kisah Rovan dan Rohmat, Dua Mahasiswa…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Buktikan Diri sebagai Kampus Berdampak, UNJ Tuai Pujian dan Undangan Kolaborasi dari Berbagai Pihak

Wujudkan Visi Kampus Berdampak, UNJ Gelar FGD Diseminasi Pengabdian Masyarakat Program EQUITY LPDP

9 Duta Besar Hadiri Pertemuan Francophonie 2026, UNJ Fokus Perkuat Kerja Sama Internasional

Pemeringkatan Internasional UNJ Terus Melesat, Kini Masuk Peringkat 801+ versi THE Asia University Ranking

UNJ Akselerasi SDGs ke-3 melalui Penguatan Ekosistem Kampus Sehat Mental lewat Sosialisasi PLPBK dan Pelatihan PFA

Bali, Humas UNJ — Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Colombo Plan menyelenggarakan pelatihan bertajuk “The Colombo Plan Drug Advisory Programme (DAP) Training Series: Universal Prevention Curriculum for Substance Use (UPC) 8: Engaging Youth in Prevention Curriculum”. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, 15–18 September 2025, di The Dome, Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali, dalam rangkaian acara International Society of Substance Use Professional (ISSUP).

Pelatihan ini diikuti oleh 30 pemuda dari berbagai latar belakang, seperti akademisi, LSM, dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas YARSI, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Empat mahasiswa UNJ yang turut berpartisipasi dalam pelatihan ini adalah:

  1. Juliana Revela (Sastra Inggris)
  2. Zidane Huda (Teknik Mesin)
  3. Allysha Amanda P. (Bimbingan dan Konseling)
  4. Nur Afifah S. (Bimbingan dan Konseling)

Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada para pemuda mengenai penyalahgunaan zat, termasuk dampaknya terhadap fungsi otak, pikiran, dan perilaku. Peserta juga diajak untuk memahami peran penting pemuda sebagai agen perubahan dalam merancang dan menjalankan program pencegahan penyalahgunaan zat.

Selama pelatihan, peserta diharapkan mampu menyusun proyek pencegahan yang dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan di lingkungan masing-masing. “Kami berharap para peserta mampu membantu pemerintah dan BNN dalam mendukung upaya pencegahan melalui advokasi dengan menjadi prevention influencer,” ujar Eva Fitri Yuanita, pemateri pelatihan Engaging Youth in Prevention Curriculum yang juga merupakan alumni Program Studi Bimbingan Konseling FIP UNJ angkatan 2002.

Pada hari pertama, peserta mempelajari Modul 1 dengan sesi “Getting to Know You (Tea Party)” untuk membangun keakraban antara peserta dan fasilitator, dilanjutkan dengan Modul 2: “Memahami SUD” (Substance Use Disorder). “Kami memulai dengan menyamakan persepsi, mempelajari istilah-istilah kunci beserta definisinya, serta menetapkan ekspektasi terhadap jalannya pelatihan. Fondasi awal ini menjadi langkah penting sebelum kami masuk ke materi yang lebih mendalam dan intensif pada sesi berikutnya,” ujar Nur Afifah dalam paparan kelompok bersama mahasiswa UNJ lainnya.

Kehadiran para pemuda dalam pelatihan ini menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman, bebas dari dampak negatif penyalahgunaan zat. Pelatihan UPC 8 menjadi bukti nyata bahwa peran pemuda sangat vital dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Kontributor:
Nur Afifah S (Mahasiswa Prodi BK FIP UNJ)