Nakhon Ratchasima, Humas UNJ — Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berkesempatan mengikuti program pertukaran pelajar internasional bertajuk “SUT Design Thinking for Innovation 2026” yang diselenggarakan oleh Suranaree University of Technology (SUT), Thailand, pada 5–14 Juni 2026. Program ini mengangkat tema “Sustainable Food Systems and the Future of Agriculture” dan berpusat di Student Entrepreneurship Development Academy (SEDA), kompleks kampus SUT, Nakhon Ratchasima.
Program sepuluh hari ini merupakan hasil kerja sama antara UNJ International Office dan SUT, dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di UNJ, dan berbagai mahasiswa internasional SUT. Peserta berangkat menuju Bangkok pada 5 Juni 2026, dilanjutkan perjalanan darat ke Nakhon Ratchasima.
Selama sepuluh hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan sesi akademik, kunjungan lapangan, kerja kelompok, hingga presentasi akhir. Peserta berkesempatan mengunjungi The Piano Agri Wellness Journey Center untuk mempelajari tanaman herbal khas Thailand dan praktik pembuatan balsem, dilanjutkan kunjungan ke Dairy Home untuk mempelajari pengelolaan peternakan sapi organik dan bisnis rendah emisi karbon.
Kegiatan lain adalah orientation & Program Kick-off, SDGs Alignment: Sesi pembukaan di SEDA diisi paparan mengenai Sustainable Food Systems and the Future of Agriculture yang dikaitkan dengan SDG 2, 3, 12, dan 13, oleh Nuttavikhom Phanthuwongpakdee, Prof. Traiphop Phahom, dan Mullika Sungsanit. Peserta juga dibagi ke dalam kelompok kolaboratif berdasarkan kesamaan isu agrikultur yang diangkat masing-masing individu, serta mulai mempelajari konsep empati dan penyusunan empathy map sebagai tahap awal Design Thinking.
Peserta juga berkesempatan belajar metodologi Design Thinking melalui tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test, disertai pembentukan kelompok lintas negara berdasarkan kesamaan isu keresahan di bidang agrikultur, berkunjung ke lapangan ke SUT Farm (pusat budidaya Khai Nam, peternakan kambing, dan pengelolaan susu sapi), The Garden in Wang Nam Khiao, serta Maemon Farm sebagai bentuk pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), sesi pengembangan ide, penyusunan value proposition, dan pembuatan prototipe solusi inovatif, pelatihan teknik storytelling dan pitching sebagai bekal presentasi akhir, final Pitch and Reflection: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis, solusi, dan prototipe di hadapan dewan juri yang terdiri atas Lars Andersson (Direktur Technopolis, Head of Innovation & IP Management Division), Asst. Prof. Kattika Kaarj (School of Biology), dan Assoc. Prof. Mariena Ketudat-Cairns (School of Biotechnology). Salah satu kelompok peserta UNJ, Caviar Team, turut tampil dalam sesi ini.
Peserta kemudian kembali ke Indonesia pada 14 Juni 2026 setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan. Program ini memberi ruang bagi mahasiswa UNJ untuk menerapkan metode Design Thinking secara utuh, mengasah kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah berbasis kebutuhan pengguna, memperkuat keterampilan kerja sama tim lintas budaya, serta melatih kemampuan presentasi dan pitching di forum internasional. Bagi UNJ, keikutsertaan mahasiswa dalam program ini turut memperkuat implementasi kerja sama akademik dengan SUT Thailand melalui UNJ International Office, sekaligus menambah rekam jejak internasionalisasi kampus.
Melalui program ini, mahasiswa UNJ membawa pulang wawasan baru mengenai inovasi, sistem pangan berkelanjutan, dan kewirausahaan, sekaligus pengalaman kolaborasi lintas budaya yang diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan program pertukaran pelajar internasional UNJ selanjutnya.