Perjalanan Inspiratif Witanti Putri Anggraeni, Dari Tantangan Ekonomi Hingga Raih Wisudawati Terbaik FEB UNJ 2025

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Dukung Proyek Lingkungan Berkelanjutan, Peserta BSBI…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Perkuat Integritas dan Tata Kelola, UNJ Gelar Kosinyering Strategi Pemenuhan WBK/WBBM 2026

Wamen Diktisaintek Tinjau Pelaksanaan Seleksi Cakepsek dan Cawakepsek SMA Unggul Garuda di UNJ

FISH UNJ Jalin Kemitraan Strategis dengan NIDA Thailand untuk Perkuat Riset dan Mobilitas Internasional

Perkuat Kinerja Institusi, FIKK UNJ Tegaskan Komitmen IKU Berdampak 2026

FISH UNJ Gelar Eurasia Lecturer Series 1 2026, Soroti Dinamika Masyarakat Informasi dan Era Kecerdasan Buatan

Jakarta, Humas UNJ – Suasana meriah mewarnai pelaksanaan wisuda Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Tahun Akademik 2024/2025 Semester 122 yang digelar pada 7 Oktober 2025 di Gedung Olahraga (GOR) UNJ. Berbagai prestasi akademik para wisudawan/wati turut menjadi sorotan, salah satunya adalah Witanti Putri Anggraeni.

Witanti merupakan wisudawati dari Program Studi Administrasi Perkantoran Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJ, yang berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90 dengan predikat pujian. Prestasi tersebut diakuinya sebagai sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Saya nggak ekspektasi sama sekali. Awalnya nggak pernah perhatiin nilai, ya jalanin aja kuliah semampunya,” ungkap Witanti.

Ia mengaku sempat merasa kaget, haru, dan bangga saat dinobatkan sebagai salah satu wisudawan terbaik. Bahkan, saking tidak percayanya, ia sempat keluar dari grup WhatsApp yang berisi para mahasiswa terbaik terpilih.

“Malu banget, sampai keluar dari grup WhatsApp. Nggak nyangka bisa masuk,” ujarnya sambil tertawa.

Selama menjalani masa kuliah, Witanti menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kondisi ekonomi keluarga. Ia menyebut bahwa seluruh biaya kuliahnya ditanggung oleh orang tua, yang kondisi ekonominya kerap naik turun.

“Saya selama kuliah dibiayai penuh oleh orang tua. Tapi kondisi ekonomi mereka kadang stabil, kadang tidak,” tuturnya.

Meski demikian, Witanti bersyukur bisa menyelesaikan kuliah dan mengikuti wisuda setelah melalui proses panjang. Ia juga membagikan tips sederhana yang menurutnya berperan besar dalam keberhasilannya.

“Yang penting itu cekatan dalam mengerjakan tugas. Jangan ditunda-tunda, karena kalau ditumpuk malah jadi beban sendiri,” jelasnya.

Witanti menambahkan bahwa dukungan orang tua sangat berpengaruh dalam proses studinya. Ia juga berpesan kepada mahasiswa lain agar menikmati masa kuliah dengan seimbang—antara belajar, bermain, berorganisasi, dan bersosialisasi.

“Masa kuliah itu masa yang indah. Tapi tetap, tugas akademik adalah kewajiban utama yang harus diselesaikan,” pungkasnya.