Jakarta, Humas UNJ — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta (LPPM UNJ) menggelar Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025 sebagai upaya mendukung pembangunan berkelanjutan dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 23 September 2025, di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A UNJ.
Seminar ini mengusung tema “Kolaborasi Multidisiplin dalam Pengabdian kepada Masyarakat untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”. Acara dibuka dengan penampilan teatrikal anak-anak dari Rusunawa Jatinegara Kaum, yang merupakan kawasan binaan UNJ. Mereka membawakan kisah kehidupan sehari-hari di rusunawa sebagai bentuk ekspresi sosial dan budaya.
Ketua LPPM UNJ, Prof. Iwan Sugihartono, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat membangun sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia akademik dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat saling berbagi ilmu pengetahuan, pengalaman pengabdian, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas,” ujar Prof. Iwan.

Ia juga menyebutkan bahwa seminar ini diikuti oleh 130 peserta, terdiri dari 110 peserta internal UNJ dan sisanya dari berbagai institusi eksternal.
Rektor UNJ, Prof. Komarudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa UNJ saat ini dipercaya oleh berbagai pihak untuk terlibat dalam pengembangan pendidikan. Salah satunya adalah kerja sama dengan Pemerintah Kota Depok dalam merintis sekolah swasta gratis. UNJ juga dipercaya sebagai pendamping Sekolah Garuda dan menjadi satu-satunya Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang terlibat bersama kampus-kampus besar di Indonesia.
“Kami mendampingi wilayah klaster 1, yaitu Aceh dan Sumatera Utara,” ungkap Prof. Komarudin.
Selain itu, UNJ juga dipercaya oleh Kementerian Ketenagakerjaan dalam program pendampingan kewirausahaan. Menurut Prof. Komarudin, berbagai kepercayaan ini harus dibuktikan melalui kerja nyata dan implementasi program yang bermutu serta berdampak langsung kepada masyarakat.

Ia juga menyoroti keberhasilan UNJ dalam mengawal program desa binaan, seperti Desa Cisaat di Subang yang meraih juara nasional desa wisata. Saat ini, UNJ tengah menjalin kerja sama dengan Desa Bulak, Indramayu, Jawa Barat.
“Berbagai capaian ini merupakan bentuk nyata dari pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
Seminar ini turut menghadirkan narasumber utama, yaitu Prof. Abdul Haris, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu (KPMDDTDT), serta Dadang Wihana, Kepala Bappeda Kota Depok.
Prof. Abdul Haris membawakan materi bertema “Pemberdayaan Masyarakat sebagai Instrumen Pemenuhan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi harus menjadi tulang punggung dalam pembentukan sumber daya manusia dan mampu membaca peluang melalui keterlibatan dalam program strategis pemerintah.
“Kampus harus mampu merekognisi secara global seluruh rencana strategis dan program yang mengacu pada SDGs sebagai arah menuju World Class University dan paradigma transformasi pendidikan tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, Dadang Wihana menyampaikan bahwa masyarakat merupakan pemangku kepentingan utama dalam proses pembangunan. Ia menekankan pentingnya pendekatan collaborative governance dalam setiap kebijakan pemerintah daerah.
“Masyarakat adalah laboratorium bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti dalam mengembangkan riset yang mendukung tata kelola kolaboratif,” ujarnya.
Melalui kerja sama dengan UNJ, Pemerintah Kota Depok telah mengembangkan rintisan sekolah swasta gratis sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan tetap menjaga mutu dan kontrol pelaksanaannya.