Perluas Perspektif Ketatanegaraan dan Pertahanan, Mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan UNJ Lakukan Kunjungan Akademik ke MK dan Kemhan

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Kisah Rovan dan Rohmat, Dua Mahasiswa…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Mifdatul Azahra, Atlet Renang Berprestasi yang Raih Predikat Wisudawan Terbaik FIKK UNJ

Buktikan Diri sebagai Kampus Berdampak, UNJ Tuai Pujian dan Undangan Kolaborasi dari Berbagai Pihak

Wujudkan Visi Kampus Berdampak, UNJ Gelar FGD Diseminasi Pengabdian Masyarakat Program EQUITY LPDP

9 Duta Besar Hadiri Pertemuan Francophonie 2026, UNJ Fokus Perkuat Kerja Sama Internasional

Pemeringkatan Internasional UNJ Terus Melesat, Kini Masuk Peringkat 801+ versi THE Asia University Ranking

Jakarta, Humas UNJ — Sebanyak 13 mahasiswa Program Doktor (S3) Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengikuti kegiatan kunjungan akademik ke dua institusi strategis negara, yaitu Mahkamah Konstitusi dan Kementerian Pertahanan pada 10 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan, pemahaman, serta pengalaman peserta mengenai sistem ketatanegaraan Indonesia, khususnya pada fungsi yudikatif di Mahkamah Konstitusi dan aspek pertahanan nasional melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional Pertahanan (Pusdiklat Tekfunghan) Kemhan.

Dipandu langsung oleh dosen pembimbing, Prof. M. Japar, serta dikoordinasikan oleh Ikhsan Muttaqin, kunjungan ini dirancang sebagai pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan teori dengan praktik lapangan. Para mahasiswa memperoleh penjelasan komprehensif tentang peran Mahkamah Konstitusi dalam menjaga konstitusionalitas undang-undang, menyelesaikan sengketa kewenangan lembaga negara, hingga menjaga sendi demokrasi melalui pengujian undang-undang, sengketa hasil pemilu, dan pembubaran partai politik.

Dalam kunjungan ke Pusdiklat Tekfunghan Kemhan, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai pengembangan sumber daya manusia pertahanan, transformasi digital dalam sistem pelatihan militer, serta strategi peningkatan kapasitas aparatur pertahanan berbasis teknologi pendidikan. Pembelajaran ini dinilai relevan dengan bidang kajian Teknologi Pendidikan yang mendorong inovasi pembelajaran, desain sistem pelatihan, serta pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dan pelatihan strategis.

Pada kesempatan tersebut, Prof. M. Japar menegaskan pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa doktoral.

“Kunjungan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan normatif, tetapi juga membangun cara pandang kritis mahasiswa terhadap praktik ketatanegaraan dan pertahanan negara. Mahasiswa Teknologi Pendidikan harus mampu membaca bagaimana sistem besar negara bekerja dan bagaimana teknologi pembelajaran berperan di dalamnya,” ujar Prof. M. Japar yang juga Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Sekolah Pascasarjana UNJ.

Sementara itu, Ikhsan Muttaqin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat kompetensi akademik dan profesional mahasiswa.

“Kunjungan ini merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan pemahaman komprehensif mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan mengenai sistem ketatanegaraan melalui observasi langsung di Mahkamah Konstitusi, dan Pusdiklat di Kementerian Pertahanan. Kami berharap para peserta dapat mengintegrasikan pengalaman ini dalam kerangka akademik,” ujar Ikhsan yang juga mahasiswa S3 Prodi Teknologi Pendidikan UNJ.

Melalui kunjungan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami aspek teoritis sistem ketatanegaraan dan pertahanan nasional, tetapi juga mampu mengembangkan riset-riset inovatif di bidang teknologi pendidikan yang relevan bagi penguatan institusi negara. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen UNJ dalam menghadirkan pendidikan doktoral yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan strategis bangsa.