Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi Sekolah Pascasarjana (Prodi S2 MPT SPs) sukses menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Good University Governance dalam Mewujudkan Perguruan Tinggi Berdampak” pada Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-62 UNJ ini berlangsung secara hybrid di Lantai 6 Gedung Sekolah Pascasarjana UNJ dan melalui platform Zoom Meeting.
Webinar nasional tersebut menjadi ruang strategis untuk mendiskusikan penguatan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Kegiatan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas pimpinan perguruan tinggi, dosen, mahasiswa pascasarjana, peneliti, praktisi pendidikan, hingga para pengambil kebijakan di bidang pendidikan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia.
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur SPs UNJ, Prof. Dedi Purwana, yang menegaskan bahwa tata kelola perguruan tinggi yang baik merupakan fondasi utama dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan tinggi di era yang semakin dinamis.
“Perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian. Untuk itu, Good University Governance menjadi prasyarat penting dalam mewujudkan perguruan tinggi yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Koordinator Prodi S2 MPT SPs UNJ, Prof. Neti Karnati, yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Pelaksana. Menurutnya, webinar ini dirancang sebagai forum akademik untuk memperkuat pemahaman sekaligus membangun komitmen bersama dalam mengembangkan tata kelola perguruan tinggi yang berdampak.
Sebagai keynote speaker, Henri Togar Hasiholan Tambunan, Kepala LLDIKTI Wilayah III, memaparkan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemanfaatan sosial.
Ia menegaskan bahwa paradigma pendidikan tinggi saat ini tidak lagi semata-mata berfokus pada capaian administratif, peringkat, atau akreditasi, melainkan pada kontribusi nyata yang dapat dirasakan masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan nasional.
Sesi berikutnya menghadirkan Dalim Setiawan Slamet, Rektor IPB University, yang membawakan materi bertajuk “Tata Kelola Akademik Menuju Perguruan Tinggi Berdampak”. Dalam paparannya, ia berbagi praktik baik IPB University dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang kolaboratif melalui penguatan kualitas pembelajaran, hilirisasi riset, inovasi berbasis kebutuhan masyarakat, serta kemitraan strategis lintas sektor.
Sementara itu, Wonny Achmad Ridwan, Wakil Rektor Akademik Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) sekaligus Ketua Asosiasi Mutu Perguruan Tinggi Indonesia, membahas pentingnya manajemen risiko dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang sehat dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa mitigasi risiko kelembagaan dan penguatan sistem penjaminan mutu menjadi instrumen penting dalam menjaga kualitas layanan pendidikan tinggi.
Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya perhatian akademisi dan praktisi terhadap implementasi Good University Governance sebagai fondasi transformasi pendidikan tinggi nasional. Berbagai gagasan, pengalaman, dan praktik terbaik yang dibagikan para narasumber menjadi referensi penting bagi pengelola perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas tata kelola institusi.
Pada akhir kegiatan, tim perumus menyusun rangkuman dan rekomendasi yang akan menjadi kontribusi ilmiah Prodi S2 MPT SPs UNJ dalam mendukung pengembangan kebijakan dan tata kelola pendidikan tinggi di Indonesia.
Melalui webinar nasional ini, Program Studi S2 MPT SPs UNJ menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pengembangan ilmu manajemen pendidikan tinggi serta mendorong terwujudnya perguruan tinggi yang unggul, akuntabel, dan berdampak bagi kemajuan bangsa, sejalan dengan semangat Dies Natalis ke-62 UNJ.