Jakarta, Humas UNJ — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimaknai sebagai momentum penting untuk memperkuat fondasi keilmuan dan integritas dalam sistem pendidikan nasional. Prof. Suyono selaku Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ) yang juga menjabat sebagai Sekretaris Universitas, menekankan urgensi penguatan literasi sains dan karakter akademik di tengah arus disrupsi global.
Menurut Prof. Suyono, pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga individu yang memiliki integritas, nalar kritis, dan tanggung jawab ilmiah. “Hardiknas harus menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari nilai-nilai kejujuran, etika, dan disiplin ilmiah,” ujarnya, Jumat (1/5).
Ia menyoroti bahwa di era banjir informasi saat ini, literasi sains menjadi kunci untuk membekali generasi muda dalam memahami realitas secara objektif dan berbasis data. Tanpa kemampuan berpikir ilmiah, masyarakat rentan terhadap misinformasi dan bias pengetahuan. Oleh karena itu, menurutnya, penguatan pendidikan sains sejak dini hingga perguruan tinggi harus menjadi prioritas nasional.
Lebih lanjut, Prof. Suyono menekankan pentingnya tata kelola akademik yang baik dalam mendukung kualitas pendidikan. Sebagai Sekretaris Universitas, ia melihat bahwa sistem administrasi dan regulasi akademik yang transparan dan akuntabel menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan produktif. “Kebijakan akademik harus mampu menjamin mutu, sekaligus mendorong inovasi dan kebebasan berpikir ilmiah,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghasilkan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, riset tidak boleh berhenti pada publikasi semata, tetapi harus mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dalam konteks ini, integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi sangat penting.
Prof. Suyono mengingatkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun peradaban bangsa. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai akademik harus berjalan seiring dengan pengembangan kompetensi abad ke-21. “Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berintegritas,” tegasnya.
Menutup pandangannya, Prof. Suyono berharap Hardiknas 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan.
“Pendidikan adalah investasi peradaban. Dari sanalah masa depan bangsa ditentukan,” pungkasnya.