JAKARTA, Humas UNJ — Program Studi Rekayasa Keselamatan Kebakaran Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (Prodi RKK FT UNJ) gelar Seminar Fire Expo RKK 2026 sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis Fire Safety Engineering. Kegiatan yang mengusung tema “From Awareness to Action: Building a Fire-Ready Community” ini dilaksanakan pada Kamis (1/10/26), bertempat di Gedung SFD, Tower A, Lantai 10, UNJ.
Seminar Fire Expo RKK 2026 menjadi wadah edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai keselamatan kebakaran, khususnya terkait respons penghuni gedung, regulasi, serta aspek operasional keselamatan kebakaran di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Rekayasa Keselamatan Kebakaran, sivitas akademika UNJ, serta peserta yang memiliki ketertarikan terhadap bidang keselamatan dan kesiapsiagaan kebakaran.
Sambutan pertama disampaikan oleh Catur Setyawan Kusumohadi selaku Koordinator Prodi RKK FT UNJ. Selanjutnya, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati selaku Dekan FT UNJ, turut memberikan sambutan sekaligus melakukan pemotongan tumpeng sebagai simbolis pembukaan Seminar Fire Expo RKK 2026. Agenda tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Dies Natalis Fire Safety Engineering sekaligus menandai dimulainya kegiatan secara resmi.
Dekan FT UNJ, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati menyampaikan bahwa keselamatan kebakaran perlu menjadi bagian dari budaya keselamatan di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan tidak hanya penting bagi mahasiswa Rekayasa Keselamatan Kebakaran, tetapi juga seluruh warga kampus.

“Keselamatan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan seperti Fire Expo RKK 2026, kami ingin mendorong warga kampus untuk tidak hanya memahami potensi bahaya kebakaran, tetapi juga memiliki kesiapan dalam merespons kondisi darurat secara tepat. Pengetahuan dan kesadaran yang dibangun sejak dini diharapkan dapat menjadi bagian dari budaya keselamatan di lingkungan kampus,” ujar Prof. Neneng.
Memasuki sesi materi pertama, Unggul Wahyudono hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi “Kesadaran terhadap Bahaya Kebakaran dan Respon Penghuni Gedung (The Brain on Fire)”. Materi membahas respons manusia dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran, termasuk respons seperti freeze dan panik, faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan, serta pentingnya mengenali bahaya kebakaran seperti asap, panas, dan gas beracun. Pembahasan juga menekankan pentingnya respons awal yang tepat serta kesiapsiagaan penghuni dalam menghadapi keadaan darurat.
Sesi kedua menghadirkan Saepuloh, sebagai narasumber dengan materi “Kerangka Regulasi dan Perspektif Operasional Keselamatan Kebakaran Gedung”. Materi membahas kerangka regulasi keselamatan kebakaran gedung, mekanisme pengawasan dan pemeriksaan oleh otoritas, koordinasi antara instansi pemerintah dan pengelola gedung, serta perspektif operasional penanggulangan kebakaran. Pembahasan turut menyoroti pentingnya kesiapan internal gedung sebagai lini pertama dalam menghadapi keadaan darurat sebelum bantuan eksternal tiba di lokasi.
Kedua sesi materi memberikan pemahaman yang saling melengkapi, mulai dari aspek respons dan perilaku manusia saat menghadapi kebakaran hingga regulasi, koordinasi, dan aspek operasional keselamatan kebakaran gedung. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai bagaimana merespons kondisi darurat, tetapi juga mengenai sistem dan pihak-pihak yang berperan dalam mendukung keselamatan kebakaran pada bangunan gedung.
Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi kuis yang dilaksanakan setelah penyampaian materi. Sesi tersebut menjadi sarana untuk menguji pemahaman peserta sekaligus membangun interaksi yang lebih aktif selama kegiatan berlangsung.
Melalui Seminar Fire Expo RKK 2026, Prodi RKK FT UNJ berupaya meningkatkan budaya keselamatan kebakaran di lingkungan kampus. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan warga kampus dalam menghadapi potensi keadaan darurat kebakaran.
Pelaksanaan seminar dengan tema “From Awareness to Action: Building a Fire-Ready Community” diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun komunitas kampus yang lebih fire-ready, dengan menempatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan sebagai bagian penting dari keselamatan bersama.