JAKARTA, Humas UNJ – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di tingkat nasional. Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknik (PTIK FT) berhasil meraih Juara 2 Nasional pada cabang Lomba Jaringan Komputer dalam ajang PNB IT Competition #18 (PNBITC #18).
Dua mahasiswa tersebut adalah Ahmad Taufik dan Wisnu Slamet Saputro. Keduanya tergabung dalam tim yang mengikuti kompetisi jaringan komputer dengan mengusung tema utama PNBITC #18, yakni “Beyond the Prompt: Build the Logic, Own the Fundamental”.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Bali ini berlangsung melalui rangkaian tahapan yang cukup panjang. Pendaftaran peserta dibuka sejak 16/7/26 hingga 31/8/26, dilanjutkan dengan Technical Meeting pada 6/9/26 dan babak penyisihan pada 13/9/26.
Setelah melalui tahapan penyisihan, Ahmad dan Wisnu berhasil melaju ke babak final yang berlangsung secara langsung pada 2/10/26 di Gedung EC Politeknik Negeri Bali, Kampus Bukit Jimbaran. Pengumuman pemenang sekaligus penutupan kompetisi dilaksanakan pada 3/10/26.

Pada cabang Lomba Jaringan Komputer, tim UNJ harus bersaing dengan 40 tim dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Setelah melewati babak penyisihan, tim UNJ berhasil menjadi salah satu dari lima tim yang berhak melaju ke babak final.
Ahmad Taufik mengatakan kompetisi tersebut memberikan pengalaman yang menantang sekaligus berkesan. Menurut mereka, kompetisi yang disiapkan Politeknik Negeri Bali berlangsung secara profesional, terutama pada materi konfigurasi jaringan dan troubleshooting yang membutuhkan ketelitian serta kemampuan berpikir cepat.
“Kesannya seru dan menantang banget. Soal konfigurasi dan troubleshooting-nya cukup menguras otak dan membutuhkan ketelitian ekstra. Atmosfer kompetisinya juga terasa sehingga memberikan pengalaman yang tidak terlupakan,” ungkap mereka.
Menurut Ahmad Taudik keberhasilan tim FT UNJ dalam kompetisi tersebut tidak terlepas dari kemampuan menyelesaikan persoalan secara sistematis. Ketepatan konfigurasi menjadi salah satu aspek yang menjadi perhatian utama. Selain itu, pengalaman mengikuti sejumlah kompetisi sebelumnya turut membantu tim dalam menghadapi berbagai skenario dan permasalahan yang muncul pada babak final.
“Kami selalu memastikan konfigurasinya tepat. Karena beberapa kali sudah mengikuti lomba, ketika ada skenario atau masalah yang muncul secara tiba-tiba di soal final, kami bisa lebih cepat berpikir dan beradaptasi untuk menyelesaikannya,” jelasnya.
Prestasi tersebut juga menjadi bukti bahwa mahasiswa dari program studi kependidikan, khususnya PTIK FT UNJ, mampu berkompetisi di bidang teknologi informasi pada tingkat nasional. Kemampuan mahasiswa tidak hanya berkembang dalam aspek kependidikan, tetapi juga mencakup kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan dunia teknologi informasi, salah satunya bidang jaringan komputer.
Ahmad Taufik berharap prestasi yang diraih dapat mendorong mahasiswa PTIK FT UNJ lainnya untuk berani mengikuti berbagai kompetisi dan mengembangkan kemampuan di luar zona nyaman.
“Pencapaian ini membuktikan bahwa mahasiswa dari prodi kependidikan seperti PTIK FT UNJ juga memiliki kemampuan dan bisa bersaing di ajang IT nasional, khususnya di bidang jaringan. Kami berharap teman-teman mahasiswa tidak ragu untuk keluar dari zona nyaman, memperdalam ilmu fundamental, dan berani mengikuti berbagai lomba,” tuturnya.
Bagi keduanya, capaian Juara 2 Nasional tersebut juga menjadi langkah awal untuk semakin mengembangkan kompetensi di bidang networking. Pengalaman kompetisi diharapkan dapat memperkuat portofolio sekaligus mematangkan keterampilan sebelum terjun ke dunia industri teknologi informasi maupun bidang pendidikan setelah menyelesaikan studi.
Mereka juga berharap prestasi tersebut dapat menumbuhkan semangat kompetisi di lingkungan PTIK FT UNJ sehingga semakin banyak mahasiswa yang tertarik mengikuti kompetisi di tingkat nasional.
Atas pencapaian tersebut, Ahmad dan Wisnu juga turut menyampaikan terima kasih kepada UNJ, para dosen PTIK FT yang telah memberikan bimbingan, teman-teman, serta keluarga yang senantiasa memberikan dukungan selama proses persiapan hingga kompetisi berlangsung.