Top Professor FT UNJ Hadirkan Presiden MACMA Malaysia untuk Teguhkan Nilai Kemanusiaan melalui Tausiyah “Kemuliaan Anak Adam”

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Ormawa dan Opmawa UNJ Hadiri Pengukuhan…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Sambut Kedatangan Ilmuwan Terkemuka Malaysia untuk Perkuat Strategi Menuju Reputasi Global

FT UNJ Hadirkan Akademisi Terkemuka Malaysia untuk Perkuat Riset, Kurikulum, dan Publikasi Bereputasi Global

Teguhkan Ideologi Bangsa, UNJ Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

Percepat Indeksasi Global, Program EQUITY UNJ dan LPPM Kawal Dua Jurnal FISH Menuju Scopus

Momentum Idul Adha 2026, UNJ Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial Melalui Distribusi Daging Qurban

Jakarta, Humas UNJ – Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) kembali menghadirkan kegiatan yang memadukan keunggulan akademik dan penguatan karakter melalui penyelenggaraan tausiyah bertajuk “Kemuliaan Anak Adam” yang merupakan bagian dari rangkaian program Top Professor FT UNJ. Kegiatan ini berlangsung pada 2 Juni 2026 di Masjid Nurul Irfan, Kampus A UNJ, dan diikuti oleh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

Tausiyah disampaikan oleh Prof. Yun Hin Taufiq-Yap, Presiden Malaysia Chinese Muslim Association (MACMA) sekaligus akademisi terkemuka asal Malaysia dari Department of Chemistry, Universiti Putra Malaysia (UPM). Kehadiran Prof. Yun menjadi bagian dari upaya FT UNJ menghadirkan perspektif global yang tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam tausiyahnya, Prof. Yun Hin Taufiq-Yap menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki kemuliaan yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT sejak lahir sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an. Kemuliaan tersebut tidak ditentukan oleh ras, suku, kebangsaan, ataupun status sosial, melainkan oleh ketakwaan, akhlak, dan kontribusi yang diberikan kepada sesama manusia.

Menurutnya, pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, empati, serta kepedulian terhadap kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa ilmu yang dimiliki seseorang harus menjadi sarana untuk menghadirkan kemanfaatan dan membangun peradaban yang lebih baik.

“Sebagai akademisi, kita memiliki tanggung jawab untuk menggunakan ilmu demi kebaikan umat manusia. Kemuliaan manusia tidak hanya terletak pada kecerdasannya, tetapi juga pada kemampuan menjaga nilai-nilai moral, menghormati sesama, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Prof. Yun.

Pada kesempatan ini, Andy Hadiyanto selaku Wakil Rektor UNJ Bidang Kerja Sama dan Bisnis dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada penguatan riset dan publikasi, tetapi juga pada pertukaran nilai, budaya, dan pemikiran yang dapat memperkaya karakter sivitas akademika.

“Kehadiran Prof. Yun Hin Taufiq-Yap memberikan inspirasi bahwa kemajuan ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui forum seperti ini, kita belajar bahwa kolaborasi internasional juga dapat menjadi sarana memperkuat karakter, etika, dan spiritualitas dalam dunia pendidikan tinggi,” ungkap Andy Hadiyanto.

Sementara itu, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati selaku Dekan FT UNJ menyampaikan bahwa rangkaian Top Professor dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas akademik dan penelitian, tetapi juga untuk membangun ekosistem pendidikan yang holistik dan berkarakter.

“FT UNJ berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang utuh, yang tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga membentuk insan yang berintegritas, berempati, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Tausiyah ini menjadi pengingat bahwa kemajuan ilmu harus selalu berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Prof. Neneng.

Melalui kegiatan ini, FT UNJ kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi unggul yang mampu berkompetisi di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai moral, spiritual, dan kemanusiaan sebagai fondasi utama pembangunan peradaban.