Jakarta, Humas UNJ – Universitas Pertahanan RI (Unhan RI) gandeng Universitas Negeri Jakarta melalui Badan Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (BP3) dalam rangka melaksanakan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) yang terselenggara secara daring pada 27 April 2026.
Dalam sambutannya Prof. Johansyah Lubis selaku Kepala BP3 UNJ mengatakan bahwa Pelatihan PEKERTI dan AA tertuang dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Menurutnya pelatihan ini berfungsi meningkatkan kompetensi pedagogik dosen, profesionalisme sekaligus syarat mengikuti sertifikasi dosen.
Pada kesempatan ini Prof. Johansyah juga meningkatkan skema baru pelatihan PEKERTI yang akan terlaksana pada bulan Juni mendatang.
“Mulai bulan JuniI 2026, PEKERTI menggunakan model baru, para dosen harus mengikuti materi secara daring melalui MOOC selama 42 JP, setelah lulus dan mendapatkan sertifikat MOOC baru diperbolehkan untuk mengikuti PEKERTI luring di perguruan tinggi (yang ditugaskan oleh Dikti) selama 63 JP,” katanya.

Menurutnya kerja sama pelatihan Pekerti ini juga diikuti oleh 30 peserta dari beberapa fakultas Unhan seperti Fakultas Strategi Pertahanan, Fakultas Manajemen Pertahanan, Fakultas Keamanan Nasional, Fakultas Kedokteran Militer, Fakultas Manajemen Pertahanan, Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Farmasi Militer, dan Fakultas Vokasi Logistik Militer, serta Peserta dari LPMPP UNHAN.
Dirinya berharap pelatihan ini dapat memberikan bekal dan pengetahuan bagi para dosen Unhan dalam rangka penguatan kapasitas dan profesionalisme dosen untuk proses belajar dan mengajar.
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Unhan RI, Marsekal Muda TNI Wajariman dalam sambutannya mengatakan pelatihan PEKERTI sangat berguna mempersiapkan dosen agar lebih maksimal terutama dalam rangka merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Menurutnya saat ini isu pertahanan tengah merujuk pada isu global yang kompleks. Dengan kondisi itu menurutnya Unhan yang dimandatkan sebagai Perguruan Tinggi membangun ilmu pertahanan dan bela negara dituntut mempertahankan eksistensinya mempersiapkan pendidikan.
“Kegiatan Pelatihan PEKERTI terselenggara sebagai upaya menjawab tantangan ilmu pengetahuan kepada dosen yang merupakan komponen dan berperan penting dalam proses belajar di Perguruan Tinggi,” katanya.
Dirinya juga berpesan agar peserta fokus dan aktif dalam mengikuti proses pelatihan demi mewujudkan ketekunan, profesionalisme dan melahirkan dosen Unhan yang berkualitas.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Prof. Ifan Iskandar selaku Wakil Rektor UNJ Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni. Pada kesempatan ini, Prof. Ifan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dengan UNJ dalam menyelenggarakan pelatihan tersebut. Menurutnya, PEKERTI merupakan langkah awal dalam membangun keterampilan dasar dosen yang nantinya dapat dilanjutkan ke tahap pengembangan berikutnya, termasuk Training of Trainers (ToT).
Ia menegaskan bahwa UNJ terus berbenah dan melakukan berbagai upaya peningkatan kapasitas dosen, termasuk melalui pemutakhiran kurikulum.
“Dalam pengembangan profesionalisme, proses belajar tidak pernah berhenti. Profesionalisme di dunia pendidikan mencakup penguasaan teknologi, kemampuan pedagogik, serta kedalaman bidang ilmu,” ujar Prof. Ifan.
Lebih lanjut, Prof. Ifan menjelaskan bahwa UNJ sebagai mitra strategis kementerian akan terus mengembangkan diri, termasuk menerapkan pendekatan Outcome Based Education (OBE) sebagaimana menjadi panduan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pada kesempatan itu, Prof. Ifan Iskandar juga mengajak seluruh peserta untuk aktif berpartisipasi selama pelatihan, baik dengan bertanya, mengeksplorasi ide, maupun memberikan kritik dan masukan. Menurutnya, partisipasi aktif peserta akan menjadi kunci agar pelatihan PEKERTI terus relevan dengan perkembangan zaman.
Ia mengingatkan agar dunia pendidikan tidak kalah oleh perkembangan teknologi, melainkan mampu memanfaatkannya untuk memperkuat proses pembelajaran dan perkuliahan agar tetap dibutuhkan masyarakat.
Prof. Ifan berharap pelatihan PEKERTI dapat menjadi forum diskusi dan berbagi gagasan antarpeserta dari berbagai latar belakang keilmuan. Keragaman perspektif tersebut dinilai akan memperkaya khazanah keilmuan dan melahirkan berbagai rancangan pembelajaran yang sesuai dengan bidang masing-masing.