UNJ bersama UQU Mekkah Gelar Multaqa ‘Ilmi Bahasa Arab, Bahas Agenda Strategis Nasional dan Global dalam Pengajaran hingga Kolaborasi

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Kisah Rovan dan Rohmat, Dua Mahasiswa…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Ormawa dan Opmawa UNJ Hadiri Pengukuhan dan Rakernas IKA UNJ Periode 2026–2030

Mifdatul Azahra, Atlet Renang Berprestasi yang Raih Predikat Wisudawan Terbaik FIKK UNJ

Buktikan Diri sebagai Kampus Berdampak, UNJ Tuai Pujian dan Undangan Kolaborasi dari Berbagai Pihak

Wujudkan Visi Kampus Berdampak, UNJ Gelar FGD Diseminasi Pengabdian Masyarakat Program EQUITY LPDP

9 Duta Besar Hadiri Pertemuan Francophonie 2026, UNJ Fokus Perkuat Kerja Sama Internasional

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta bersama Lembaga Iqra Universitas Ummul Quro (UQU) Mekkah menggelar Multaqa ‘Ilmi li al-Lughah al-‘Arabiyah pada Selasa, 9 September 2025. Kegiatan bertempat di lantai 10 Gedung SFD 1B UNJ. Forum ilmiah ini turut dihadiri sekitar 70 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan pesantren terkemuka, baik dari Program Studi (Prodi) Bahasa Arab maupun Pendidikan Agama Islam. Hadir di antaranya perwakilan Universitas Indonesia, UIN Jakarta, UIN Pekalongan, Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Islam As-Syafi’iyah, Universitas Ibn Khaldun, UHAMKA, Universitas Islam Internasional Indonesia, STAI Nurul Iman, UNIVA Medan, serta sejumlah pesantren besar seperti Darunajah, Darurrahman, dan Qatrunada.

Acara dibuka secara khidmat oleh ketua panitia, Moh. Kamal, yang menekankan bahwa forum ini bukan hanya ajang silaturahmi akademik, tetapi juga ruang pertukaran ide untuk memperkuat pengajaran bahasa Arab di Indonesia. Ia menegaskan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Kehadiran para akademisi dan praktisi dari berbagai daerah menunjukkan semakin kuatnya perhatian terhadap bahasa Arab sebagai disiplin strategis di tanah air.

Pada kesempatan ini, Samsi Setiadi selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNJ dalam sambutannya menjelaskan bahwa forum ini sangat relevan dengan agenda peningkatan kualitas pendidikan nasional. Ia berharap Multaqa tidak berhenti pada seremoni belaka, tetapi melahirkan program nyata yang menjawab tantangan di lapangan. Samsi menegaskan, bahasa Arab tidak hanya penting sebagai bahasa agama, melainkan juga sarana komunikasi global yang membuka peluang bagi bangsa Indonesia, ungkap Samsi Setiadi yang juga dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab FBS UNJ.

Pada sesi seminar, Andy Hadiyanto selaku Wakil Rektor UNJ Bidang Kerja Sama dan Bisnis yang juga dosen Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (Prodi PAI FISH) UNJ mengungkapkan bahwa minat dunia terhadap bahasa Arab kian meningkat berkat faktor agama, ekonomi, politik, hingga perkembangan teknologi. Namun di Indonesia, masih ada kendala berupa metodologi yang terbatas, minimnya tenaga ahli, dan stereotip bahwa bahasa Arab sulit dipelajari. Ia menawarkan paradigma baru yang lebih modern, komunikatif, dan akrab dengan masyarakat, termasuk melalui kampanye publik untuk menghapus kesan eksklusif bahasa Arab, ungkap Andy Hadiyanto.

Sementara itu, Abdul Jabbar dari Universitas Indonesia menyoroti posisi strategis bahasa Arab di forum internasional. Menurutnya, bahasa ini kini hampir setara dengan bahasa global lain dan kerap digunakan dalam diplomasi. Ia juga menekankan peran tokoh-tokoh Indonesia yang fasih berbahasa Arab dalam menyuarakan aspirasi bangsa di level dunia, menandakan peran bahasa Arab yang melampaui batas keagamaan menuju politik dan budaya.

Abdullah Bawazir dari UQU Mekkah menegaskan visi lembaganya melalui program Mekkah Track untuk menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa dunia. Ia menilai tantangan utama bukanlah minat belajar, melainkan kesiapan tenaga pengajar. Untuk itu, UQU siap mendukung peningkatan kualitas SDM dengan menyediakan pelatihan, pendampingan, hingga program imersi bagi guru bahasa Arab dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Diskusi forum berlangsung dinamis. Perwakilan pesantren menekankan pentingnya bahan ajar yang lebih komunikatif, sementara akademisi perguruan tinggi menyoroti program pertukaran dosen dan mahasiswa. Forum ini pun menghasilkan gagasan konkret yang memadukan pengalaman lokal dengan inspirasi global.

Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara UQU dan sejumlah institusi pendidikan di Indonesia. Kesepakatan ini mencakup peningkatan SDM, penyediaan perangkat ajar, serta pelatihan berkelanjutan. MoU tersebut disambut positif karena menjadi langkah nyata dalam memperkuat kualitas pengajaran bahasa Arab di tanah air.

Para peserta menilai Multaqa ini sebagai momentum inspiratif dan strategis. Mereka sepakat bahwa tantangan pembelajaran bahasa Arab hanya bisa dijawab melalui kerja sama lintas lembaga dan dukungan internasional. Acara ditutup dengan penuh optimisme, meninggalkan semangat baru untuk memperkuat bahasa Arab sebagai bahasa ilmu, diplomasi, dan peradaban. Dengan dukungan Universitas Ummul Quro Mekkah, UNJ diyakini telah membuka jalan bagi peran bahasa Arab sebagai jembatan strategis Indonesia menuju panggung global.