Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjalin kerja sama strategis dengan PT Happy Lab Indonesia (MaxNovel) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang literasi digital, khususnya bagi mahasiswa.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan workshop bertajuk “The Indonesian MaxNovel & Google Creators Development Forum 2026” yang diselenggarakan pada Rabu, 22 April 2026, di Aula Maftuchah Yusuf, Gedung Dewi Sartika, Kampus A UNJ.
Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mendukung implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam penguatan literasi, kreativitas, serta pengembangan keterampilan digital mahasiswa di era transformasi teknologi yang inovatif dan kompetitif.

Wakil Rektor UNJ Bidang Kerja Sama dan Bisnis, Andi Hadiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi kebanggaan sekaligus momentum penting bagi UNJ dalam mempersiapkan generasi unggul yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Pada hari ini, kami merasa bangga dan berbahagia atas terselenggaranya kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Kami meyakini bahwa dunia saat ini bergerak menuju arah yang menuntut lahirnya sumber daya manusia yang inovatif dan kreatif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kreativitas dan inovasi perlu terus dikembangkan melalui pemanfaatan media digital. Kolaborasi dengan PT HappyLab Indonesia dinilai mampu membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, khususnya dalam bidang penulisan dan produksi konten digital.

Sementara itu, CEO PT HappyLab Indonesia, Fred, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan kehormatan sekaligus langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri kreatif.
“Kerja sama ini kami harapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkembang, baik melalui pelatihan, magang, produksi konten bersama, hingga pertukaran budaya,” ungkapnya.
Dalam rangkaian workshop, Ichlas Amal Rifai dari pihak Google, sebagai pembicara kegiatan ini turut memberikan wawasan mengenai strategi monetisasi di era digital. Ia menekankan pentingnya sell-side monetization, yakni bagaimana kreator dan pemilik platform dapat menghasilkan pendapatan melalui ekosistem periklanan digital seperti Google AdSense, AdMob, dan Google Ad Manager. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara optimalisasi pendapatan dan pengalaman pengguna.

Selain itu, Ilham dari pihak Maxnovel memaparkan peluang besar industri penulisan digital di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Maxnovel merupakan platform berbasis user-generated content (UGC) yang menjadi sumber pengembangan intellectual property (IP), yang dapat diadaptasi ke berbagai format seperti komik, drama pendek, hingga film. Dengan dukungan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), proses produksi dan adaptasi konten menjadi lebih cepat dan efisien, sekaligus membuka peluang monetisasi melalui langganan premium, iklan, hingga lisensi IP.
Sebagai penutup, kegiatan ini menghadirkan sesi talkshow bersama para top author Maxnovel yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para penulis yang hadir di antaranya penulis novel Cincin Wasiat Kakek (Inspirasi Kopi), Si Miskin dengan Sistem Sultan Tiada Tanding (Spiderlily), serta Tangan Dewa Penakluk Wanita (Keatin9).
Dalam sesi tersebut, para penulis berbagi pengalaman kreatif, strategi membangun cerita yang menarik, hingga perjalanan mereka dalam menembus pasar pembaca digital. Antusiasme peserta terlihat dari interaksi yang dinamis, mulai dari sesi tanya jawab hingga respons spontan yang memeriahkan suasana. Suasana talkshow berlangsung interaktif dan penuh energi hingga penghujung acara. Para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga dorongan kuat untuk mulai berkarya dan memanfaatkan peluang di industri kreatif digital.