Wisudawan Terbaik Doktor UNJ Raih IPK 4.00, Dewi Tegaskan Pentingnya Disiplin dan Integritas

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Muhammad Zacky Alfatah, Mahasiswa UNJ yang…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Pemeringkatan Internasional UNJ Terus Melesat, Kini Masuk Peringkat 801+ versi THE Asia University Ranking

UNJ Akselerasi SDGs ke-3 melalui Penguatan Ekosistem Kampus Sehat Mental lewat Sosialisasi PLPBK dan Pelatihan PFA

UNJ dan PT Happy Lab Indonesia Jalin Kerja Sama untuk Kembangkan Talenta Kreator Digital Mahasiswa yang Inovatif dan Kompetitif

Mendiktisaintek Dorong Zero Waste di Kampus Saat Tinjau Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di UNJ

UNJ Jadi Lokasi Strategis UTBK-SNBT 2026, Pelaksanaan Hari Pertama Berjalan Lancar Tanpa Kecurangan

Jakarta, Humas — Dewi Gathmyr seorang lulusan Program Doktor bidang Ilmu Manajemen, peminatan Manajemen Strategik, berhasil meraih predikat wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.00 pada gelaran wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Sesi IV yang digelar Kamis, 16 April 2026 di GOR UNJ.

“Capaian itu tidak hanya menjadi prestasi akademik, tetapi juga mencerminkan komitmen kuat terhadap disiplin, integritas, dan tanggung jawab moral dalam menempuh pendidikan tinggi,” katanya.

Selain meraih gelar Doktor dengan predikat Pujian, Dewi merupakan seorang dokter Spesialis Ilmu Penyakit Dalam, Subspesialis Ginjal Hipertensi, Magister kedokteran penerbangan, Magister Pertahanan udara serta Magister Administrasi Rumah Sakit. Pengalaman panjang menimba ilmu ini adalah wujud representasi baktinya pada ilmu pengetahuan.

Saat ini Dewi tengah berkarier di Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa (Lakespra dr. Saryanto) Jakarta, Wakil Kepala Lembaga dengan pangkat kolonel kesehatan, serta juga sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Pertahanan RI.

Dalam keterangannya, Dewi menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses memperoleh gelar, melainkan pembentukan karakter, kedisiplinan berpikir, serta kesiapan untuk memimpin. “Setiap tahapan saya jalani sebagai bentuk pengabdian terhadap ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Keberhasilannya meraih IPK sempurna didorong oleh prinsip menjalankan setiap amanah dengan standar terbaik. Ia meyakini bahwa hasil merupakan konsekuensi dari kerja keras, konsistensi, dan komitmen tanpa kompromi. Pilihan pada bidang Manajemen Strategik pun dilandasi pertimbangan nilai strategis dan relevansinya terhadap kebutuhan bangsa.

Meski menghadapi berbagai tantangan selama masa studi, terutama dalam mengelola tekanan akademik dan tanggung jawab secara bersamaan, ia mampu mengatasinya melalui perencanaan matang, disiplin waktu, serta eksekusi yang konsisten. Konsistensi belajar dijaga melalui rutinitas terukur dan evaluasi berkelanjutan, dengan fokus pada kualitas proses, bukan semata hasil akhir.

Dalam perjalanan akademiknya Dewi tidak lepas dari peran keluarga, dosen, dan rekan sejawat. Ia menyebut orang tua sebagai fondasi utama yang menanamkan nilai disiplin dan integritas, sementara dosen pembimbing berperan dalam membentuk ketajaman analisis dan kedewasaan berpikir.

Selama menempuh studi, ia aktif dalam kegiatan riset yang berorientasi pada solusi nyata. Penelitiannya mengangkat tema Sustainability Competitive Advantage pada sektor rumah sakit, dengan tujuan memberikan kontribusi konkret bagi masyarakat. “Ilmu harus berdampak,” tegasnya.

Sebagai wisudawan terbaik, ia memandang prestasi tersebut sebagai amanah untuk menjaga kehormatan akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi institusi dan bangsa. Ke depan, ia berkomitmen untuk terus mengabdi melalui jalur profesional maupun akademik.

Ia pun membagikan pesan kepada mahasiswa agar senantiasa membangun disiplin, menjaga integritas, serta memiliki tujuan yang jelas. Menurutnya, prestasi bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari konsistensi dan kerja keras yang berkelanjutan.

Mengakhiri pernyataannya, ia menegaskan bahwa seluruh pencapaiannya tidak terlepas dari doa dan pengorbanan orang tua. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa setiap keberhasilan harus dipertanggungjawabkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.