UNJ dan UPI Kolaborasi Latih Self-Makeup Digital untuk Perkuat Personal Branding Mahasiswa

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ dan UPI Kolaborasi Latih Self-Makeup…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Seminar Perencanaan Keuangan dan Investasi Cerdas Tandai Kerja Sama UNJ dan PT Pegadaian

FT UNJ Bersama PT Brexa Raya Indonesia Buka Peluang Magang Internasional Mahasiswa di Daihatsu Jepang

FT UNJ Bersama Satpol PP DKI Jakarta Gelar FGD untuk Bahas Penyempurnaan SOTK

FBS UNJ Bahas Peluang Mengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Australia

Soroti Inklusivitas dan Ketertinggalan Substantif Wujudkan SDGs 2030, Prodi Penmas FIP UNJ Gelar Studium Generale

BANDUNG, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berkolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam penelitian sekaligus pelatihan self-makeup berbasis bahan ajar digital bagi mahasiswa calon tenaga keprotokoleran. Kegiatan tersebut berlangsung di PUSDIKKUM TNI AD, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Agustus 2026 dan diikuti 82 peserta.

Sebanyak 18 peserta merupakan mahasiswa putra dan 64 lainnya mahasiswa putri. Pelatihan ini merupakan bagian dari penelitian berjudul “Efektivitas Pelatihan Self-Makeup Berbasis Bahan Ajar Digital terhadap Peningkatan Personal Branding Mahasiswa Calon Tenaga Keprotokoleran di Universitas Pendidikan Indonesia”.

Dosen UNJ,Sri Listiani terlibat sebagai anggota tim peneliti dari UNJ dan bekerja sama dengan tim UPI yang diketuai Asri Wibawa Sakti, bersama Mandhe Sekar Nurindah, Mutiar Annandara, dan Feny Puspitasari.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk melihat efektivitas pembelajaran self-makeup berbasis digital dalam mendukung personal branding dan kesiapan profesional mahasiswa yang dipersiapkan menjadi tenaga keprotokoleran.

Sri Listiani mengatakan, keterampilan merias diri bagi calon tenaga keprotokoleran tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari kesiapan ketika menjalankan tugas dalam kegiatan formal.

“Self-makeup merupakan salah satu keterampilan pendukung yang penting bagi calon tenaga keprotokoleran. Melalui bahan ajar digital, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai teknik tata rias, tetapi juga memiliki media pembelajaran yang dapat dipelajari kembali secara mandiri sehingga lebih siap menerapkannya dalam situasi profesional,” ujar Sri Listiani.

Pelatihan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari penyampaian materi, demonstrasi, hingga praktik rekonstruksi makeup. Peserta juga menggunakan bahan ajar digital, presentasi PowerPoint, dan media pendukung lainnya selama proses pembelajaran.

Materi disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Mahasiswa putri mengikuti beauty makeup protokoler, sedangkan mahasiswa putra mengikuti handsome class yang berfokus pada perawatan wajah dasar.

Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan PT Martina Berto dan LPK UNNA sebagai mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Kedua mitra memberikan dukungan berupa peminjaman alat dan bahan yang digunakan selama pelatihan.

Dari sisi penelitian, kegiatan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen one-group pretest-posttest. Pengukuran personal branding dilakukan melalui angket sebelum dan sesudah pelatihan untuk melihat perubahan yang terjadi setelah peserta mengikuti kegiatan.

Hasil pengumpulan dan analisis data selanjutnya menjadi bagian dari proses penelitian untuk mengukur efektivitas pelatihan self-makeup berbasis bahan ajar digital terhadap personal branding mahasiswa.

Kolaborasi UNJ dan UPI ini menunjukkan pengembangan kegiatan akademik tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi dapat dilakukan melalui kerja sama lintas perguruan tinggi dengan melibatkan kebutuhan praktis mahasiswa. Bagi calon tenaga keprotokoleran, kemampuan mengelola penampilan menjadi salah satu keterampilan pendukung dalam membangun kepercayaan diri dan kesiapan menghadapi lingkungan kerja.

Kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan pembelajaran berbasis digital dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra dunia usaha dan dunia industri.