Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan kegiatan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Disabilitas (Pilmapres Disabilitas) 2026 sebagai bentuk komitmen dalam memberikan ruang pengembangan prestasi bagi mahasiswa disabilitas. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya UNJ mendorong pendidikan tinggi yang inklusif, setara, dan mendukung potensi mahasiswa di berbagai bidang akademik maupun nonakademik.
Sebagai rangkaian dari kegiatan tersebut, UNJ juga melaksanakan Sekolah Mahasiswa Disabilitas Berprestasi yang mengusung tema “Sinergi Keunggulan: Pendampingan Capaian Unggulan (CU), English Skill, dan Gagasan Kreatif/Produk Inovatif”. Kegiatan pembinaan ini dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2026 di GOR UNJ Kampus B sebagai bentuk persiapan para finalis menuju seleksi Pilmapres Disabilitas tingkat nasional.
Melalui sekolah pembinaan ini, para peserta mendapatkan pendampingan intensif terkait penguatan capaian unggulan, kemampuan bahasa Inggris, serta penyusunan gagasan kreatif dan produk inovatif. Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan presentasi dan public speaking guna meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi tahapan seleksi nasional.
Grand final Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Disabilitas UNJ 2026 kemudian dilaksanakan pada 13 Mei 2026 di Kampus B UNJ. Pada tahap ini, sebanyak 10 finalis mahasiswa disabilitas dari berbagai fakultas mempresentasikan capaian prestasi, karya inovatif, serta kontribusi yang telah dilakukan baik dalam bidang akademik, sosial, maupun pengembangan masyarakat.
Adapun penilaian grand final meliputi tiga aspek utama, yaitu gagasan kreatif atau produk inovatif, capaian unggulan mahasiswa, dan kemampuan bahasa Inggris. Ketiga aspek tersebut menjadi indikator utama dalam menentukan mahasiswa disabilitas berprestasi terbaik yang akan dipersiapkan mewakili UNJ pada ajang Pilmapres Disabilitas tingkat nasional.
Melalui kegiatan ini, UNJ berharap dapat terus mendorong lahirnya mahasiswa disabilitas yang unggul, inspiratif, dan mampu berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat komitmen universitas dalam mewujudkan kampus yang inklusif dan berdampak bagi semua.