Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta selenggarakan Training of Trainers (ToT) bagi panitia Tes Microteaching Seleksi Calon Guru Program SMA Unggul Garuda Baru Tahun 2026 pada 11 April 2026 bertempat di Gedung Moh. Syafei Lantai 8, Kampus A UNJ.
UNJ melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ memastikan bahwa pelaksanaan Tes Microteaching bagi Calon Guru 4 SMA Unggul Garuda Baru dipersiapkan dengan baik. Training of Trainers diberikan kepada para tim penguji serta operator kegiatan Tes Microteaching. Pada ToT ini dijelaskan teknis dan kriteria penilaian dalam Tes Microteaching yang akan diselenggarakan tanggal 12 April 2026. Pada kegiatan ini baik penguji dan panitia juga melakukan simulasi tes agar saat pelaksanaan semua berjalan dengan lancar.
Dalam sambutannya, Prof. Ifan Iskandar selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ menegaskan pentingnya peran panitia dan penguji dalam menjaga kualitas proses seleksi.
“Kegiatan ini merupakan bagian krusial dalam memastikan bahwa proses seleksi berjalan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Kita tidak hanya menilai kemampuan mengajar, tetapi juga memastikan bahwa calon guru yang terpilih memiliki kompetensi pedagogik, profesional, dan karakter yang sesuai dengan standar SMA Unggul Garuda,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan UNJ dalam proses seleksi ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional.
“Kami berharap seluruh tim dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas dan tanggung jawab, sehingga menghasilkan calon guru terbaik yang akan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Agung Premono selaku Ketua Panitia kegiatan menyampaikan bahwa pelaksanaan ToT ini bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh tim yang terlibat dalam proses seleksi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh penguji dan panitia memiliki pemahaman yang sama terkait mekanisme pelaksanaan, indikator penilaian, serta standar operasional yang telah ditetapkan, sehingga proses seleksi dapat berlangsung secara efektif dan berkualitas,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan kesiapan teknis dalam mendukung kelancaran kegiatan.
“Kami telah menyiapkan berbagai aspek, mulai dari sistem penilaian, perangkat teknis, hingga alur pelaksanaan. Simulasi yang dilakukan hari ini diharapkan dapat meminimalisir kendala saat pelaksanaan sesungguhnya,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, UNJ menunjukkan komitmennya dalam mendukung penyelenggaraan seleksi calon guru yang berkualitas, sekaligus memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.