JAKARTA, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan pengambilan sumpah dan janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) Tahun 2026 pada Rabu, 19 Agustus 2026, di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Raden Dewi Sartika UNJ. Sebanyak 210 PNS mengikuti prosesi pengambilan sumpah, terdiri dari 173 dosen dan 37 tenaga kependidikan (tendik), yang hadir secara luring maupun daring.
Acara dihadiri oleh Pimpinan universitas dan pimpinan unit kerja di lingkungan UNJ. Dalam sambutannya, Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh PNS yang baru saja resmi dilantik dan mengucapkan sumpah jabatan.
Prof. Komarudin memberikan sejumlah pesan dan tips praktis khususnya kepada para dosen baru terkait jalur pengembangan karir fungsional. Ia menjelaskan bahwa jenjang jabatan fungsional dosen dimulai dari Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, hingga Guru Besar, dengan setiap tahapan dapat ditempuh dalam periode dua tahun apabila dosen yang bersangkutan fokus, rajin, dan produktif menghasilkan karya.

“Saya berharap di antara Anda banyak yang menjadi champion dalam 10 tahun bisa menjadi Guru Besar. Kalau Anda fokus, kalau Anda rajin dan produktif menghasilkan karya-karya, itu sangat mungkin,” tegasnya.
Untuk membuktikan hal tersebut, Prof. Komarudin menyebut salah satu PNS, Agus Wibowo, sebagai contoh nyata. Agus Wibowo berhasil meraih jabatan Guru Besar dalam kurun waktu sekitar 10 tahun sejak menjadi CPNS.
“Ini contoh nyata bahwa dalam 10 tahun bisa menjadi Guru Besar kalau produktif,” ujar Prof. Komarudin.

Salah satu tips terpenting yang ia tekankan adalah pentingnya mendokumentasikan dan mengarsipkan seluruh portofolio sejak awal bertugas. Ia mengingatkan bahwa banyak dosen senior yang gagal naik jabatan bukan karena tidak produktif, melainkan karena lalai mengarsipkan dokumen penting seperti sertifikat, surat tugas, laporan, dan berbagai bukti kegiatan Tridharma.
“Siapkan folder dari awal. Bagi-bagi foldernya sesuai Tridharma terdiri dari pendidikan, penelitian, pengabdian, dan penunjang. Setiap kali ada kegiatan, masukkan SK, sertifikat, dan sebagainya. Kalau rajin seperti itu, Insya Allah tidak ketinggalan,” pesannya.
Prof. Komarudin juga mendorong para dosen baru untuk aktif berkolaborasi dan membangun jejaring, karena menurutnya produktivitas seorang dosen sangat dipengaruhi oleh kemampuannya berinteraksi dan bekerja sama dengan rekan-rekan seprofesi, baik di dalam maupun di luar kampus. Ia juga meminta para dosen untuk tidak terlalu mengkhawatirkan besaran gaji di masa CPNS yang masih 80 persen.

“Jangan meratapi gaji 80 persen. Anda tidak akan miskin. Kalau kita fokus pada tugas, banyak bersedekah melalui pelayanan dan karya, Insya Allah keberkahan akan mengikuti,” ujarnya seraya berbagi pengalaman pribadinya yang pernah menerima gaji pertama hanya sebesar Rp68.000 pada tahun 1991.
Tidak hanya kepada dosen, Prof. Komarudin juga menyampaikan pesan kepada para tendik baru untuk tidak mengabaikan tugas-tugas kedinasan dan memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk sedekah sebagai abdi negara. Ia menceritakan pengalamannya saat menjabat Wakil Rektor II, ketika pernah menangani seorang tendik yang absen berbulan-bulan karena berjualan kopi keliling. Setelah dilakukan pembinaan dan pendekatan hati ke hati, tendik tersebut akhirnya sadar dan kembali menjalankan tugasnya dengan baik hingga memasuki masa pensiun.
“Yang paling kehilangan Anda dan Anda berdosa adalah ketika mengkhianati sumpah janji sebagai PNS. Sedekah terbesar seorang pegawai negeri adalah memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.

Di penghujung sambutannya, Prof. Komarudin menyampaikan bahwa pimpinan UNJ senantiasa memperhatikan kesejahteraan seluruh pegawai dan berkomitmen untuk terus meningkatkannya. Ia menutup sambutan dengan harapan agar seluruh PNS yang baru dilantik dapat menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi, integritas, dan komitmen terhadap kemajuan UNJ.
Sebagai bagian dari penutup, pengambilan sumpah dan janji PNS ini menjadi momentum bagi 210 pegawai baru UNJ untuk memulai perjalanan pengabdian dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Melalui pengembangan karier yang terarah, produktivitas dalam Tridharma Perguruan Tinggi, serta pelayanan yang profesional, para dosen dan tenaga kependidikan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan UNJ sekaligus membangun budaya kerja yang unggul, berintegritas, dan berorientasi pada kemajuan institusi.
Juru Foto: Sadikin