Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus menunjukkan kiprahnya dalam kancah akademik internasional. Salah satu indikator penting yang mencerminkan produktivitas dan pengaruh penelitian dosen adalah H-Index Scopus. Metrik ini tidak hanya mengukur jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga seberapa sering karya ilmiah tersebut dikutip oleh peneliti lain di seluruh dunia. Semakin tinggi H-Index, semakin besar pula kontribusi dan pengakuan global yang diperoleh.
Berdasarkan data Science and Technology Index (SINTA) per September 2025, berikut daftar 20 dosen UNJ dengan H-Indeks Scopus tertinggi:
Pertama, atas nama Agus Wibowo, dosen Prodi Pendidikan Ekonomi (S1), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dengan Scopus H-Index sebesar 21;
Kedua, atas nama Iwan Sugihartono, dosen Prodi Fisika (S1), ), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dengan Scopus H-Index sebesar 18;
Ketiga, atas nama Mangasi Alion Marpaung, dosen Prodi Pendidikan Fisika (S2), FMIPA, dengan Scopus H-Index sebesar 17;
Keempat, atas nama Irwanto, dosen Prodi Pendidikan Kimia (S2), FMIPA, dengan Scopus H-Index sebesar 17;
Kelima, atas nama Prof. Erfan Handoko, dosen Prodi Fisika (S1), FMIPA, dengan Scopus H-Index sebesar 16;
Keenam, atas nama Prof. Yuli Rahmawati, dosen Prodi Pendidikan Kimia (S1), FMIPA, dengan Scopus H-Index sebesar 14;
Ketujuh, atas nama Prof. Arita Marini, dosen Prodi Pendidikan Profesi Guru (Profesi), Sekolah Pascasarjana, dengan Scopus H-Index sebesar 14;
Kedelapan, atas nama Prof. Desy Safitri, dosen Prodi Pendidikan IPS (S1), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), dengan Scopus H-Index sebesar 13;
Kesembilan, atas nama Prof. Dalia Sukmawati, dosen Prodi Biologi (S1), FMIPA, dengan Scopus H-Index sebesar 12;
Kesepuluh, atas nama Firmanul Catur Wibowo, dosen Prodi Pendidikan Fisika (S2), FMIPA, dengan Scopus H-Index sebesar 11;
Kesebelas, atas nama Prof. Setia Budi, dosen Prodi Kimia (S1), FMIPA, dengan Scopus H-Index sebesar 11;
Kedua belas, atas nama Rizhal Hendi Ristanto, dosen Prodi Pendidikan Biologi (S2), FMIPA, dengan Scopus H-Index sebesar 11;
Ketiga belas, atas nama Sri Rahayu, dosen Prodi Biologi (S1), FMIPA, dengan Scopus H-Index sebesar 10;
Keempat belas, atas nama Prof. Ika Lestari, dosen Prodi Pendidikan Dasar (S2), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), dengan Scopus H-Index sebesar 10;
Kelima belas, atas nama Prof. Henita Rahmayanti, dosen Prodi Pendidikan Lingkungan (S2), Sekolah Pascasarjana, dengan Scopus H-Index sebesar 10;
Keenam belas, atas nama Maulana Amirul Adha, dosen Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran (S1), FEB, dengan Scopus H-Index sebesar 10;
Ketujuh belas, atas nama Prof. Agung Dharmawan Buchdadi, dosen Prodi Manajemen (S1), FEB, dengan Scopus H-Index sebesar 10;
Kedelapan belas, atas nama Prof. Fahrurrozi, dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), dengan Scopus H-Index sebesar 10; dan
Kesembilan belas, atas nama Ayatulloh Michael Musyaffi, dosen Prodi Akuntansi Sektor Publik (D4), FEB, dengan Scopus H-Index sebesar 10.
Kedua Puluh, atas nama Prof. Maria Paristiowati, dosen Prodi Pendidikan Kimia (S1), FMIPA, dengan Scopus H-Index sebesar 9.
Pada kesempatan ini, Prof. Fahrurrozi selaku Wakil Rektor UNJ Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi, menyampaikan bahwa H-Index tinggi menunjukkan tidak hanya produktivitas publikasi, tetapi juga kualitas penelitian yang diakui dan digunakan oleh peneliti lain di dunia. Ini adalah fondasi penting untuk memperkuat rekognisi internasional UNJ dan mendorong langkah menuju World Class University,” ujarnya.
Senada dengan itu, Prof. Iwan Sugihartono selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ menambahkan bahwa peningkatan kualitas publikasi harus terus diimbangi dengan kolaborasi lintas disiplin dan jejaring internasional. Pencapaian dosen-dosen UNJ ini adalah hasil dari komitmen bersama dalam riset dan publikasi. Ke depan, LPPM akan memperkuat fasilitasi, mulai dari dukungan pendanaan, mentoring publikasi internasional, hingga kerja sama riset global. Dengan begitu, karya akademik UNJ tidak hanya produktif, tetapi juga berdampak luas, ungkapnya.
Capaian daftar nama 20 dosen UNJ dengan H-Index tertinggi ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan UNJ menuju World Class University. Selain mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, data ini juga menegaskan peran strategis UNJ dalam menghasilkan penelitian yang relevan, inovatif, dan berdampak langsung pada pengembangan ilmu pengetahuan, kebijakan, serta praktik di masyarakat.