Perkuat Kolaborasi Internasional, UNJ dan Istituto Italiano di Cultura Jakarta Perluas Kerja Sama Bidang Akademik dan Kebudayaan

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Fuad Abdurahman Harumkan UNJ dengan Medali…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Jadi Lokasi Strategis UTBK-SNBT 2026, Pelaksanaan Hari Pertama Berjalan Lancar Tanpa Kecurangan

Mendiktisaintek Kunjungi Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di UNJ

Sinergi Kampus dan Industri, UNJ dan PT WTJJ Berkolaborasi Bangun Ketahanan Air Nasional dan Riset Berkelanjutan

UNJ Siap Sukseskan UTBK-SNBT 2026: Junjung Integritas, Hadirkan Layanan Prima, dan Perkuat Koordinasi Nasional

UNJ Beri Pelatihan dan Pendampingan Pada UMKM di Jakarta Timur

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menerima kunjungan dari Michele Carvallaro selaku Director Istituto Italiano di Cultura Jakarta, dalam rangka memperkuat hubungan bilateral di bidang pendidikan dan kebudayaan. Pertemuan yang berlangsung di Ruang VIP Gedung Rektorat UNJ pada Senin 20 April 2026 ini membahas berbagai potensi pengembangan kerja sama, mulai dari peningkatan program bahasa Italia hingga perluasan kolaborasi akademik antar fakultas.

Saat ini, UNJ telah menyelenggarakan kelas bahasa Italia secara daring (online) dengan antusiasme yang sangat tinggi. Tercatat sekitar 120 mahasiswa berpartisipasi setiap semesternya untuk mengikuti kelas level dasar (basic) hingga menengah (intermediate). Mayoritas mahasiswa mengambil kelas ini sebagai bentuk ketertarikan pada budaya Eropa, maupun sebagai persiapan untuk melanjutkan studi magister (S-2) di Italia.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, Direktur Istituto Italiano di Cultura Jakarta mengungkapkan fakta menarik mengenai dinamika demografi di negaranya. Saat ini, Italia menghadapi tantangan penuaan populasi yang cukup signifikan, di mana rata-rata usia penduduknya mencapai 47 tahun.

“Italia memiliki banyak universitas terkemuka di dunia seperti Politecnico di Milano dan Universitas Bocconi, dengan keahlian luar biasa di berbagai bidang. Di sisi lain, Indonesia khususnya UNJ memiliki populasi mahasiswa muda yang cukup tinggi dan sangat antusias untuk belajar. Kami membutuhkan mahasiswa dari Indonesia. Oleh karena itu, kolaborasi ini akan menjadi kemitraan yang sangat menguntungkan (fruitful partnership) bagi kedua belah pihak,” jelasnya.

Direktur Istituto Italiano di Cultura Jakarta menegaskan bahwa kemitraan dengan UNJ tidak akan terbatas pada kelas bahasa saja. Sebagai kepanjangan tangan dari Kedutaan Besar Italia untuk urusan kebudayaan, mereka menawarkan fasilitasi penuh untuk mendatangkan para pakar, dosen tamu, maupun praktisi dari Italia ke UNJ.

Tawaran ini disambut baik oleh Andy Hadiyanto selaku Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis. Selain teknik dan desain, UNJ mengusulkan kolaborasi yang lebih spesifik di bidang seni kuliner, tata busana (fashion design), dan seni musik yang menjadi kekuatan utama budaya Italia di mata dunia.

“Kami menyambut baik ide ini. Jika fakultas di UNJ membutuhkan ahli atau profesor dari Italia untuk kegiatan seminar atau lokakarya, silakan hubungi kami. Kami siap membantu memfasilitasi tiket perjalanan dan akomodasi untuk mendatangkan pakar tersebut langsung ke Indonesia,” tambah Michele.

UNJ secara resmi mengundang Kedutaan Besar Italia dan Istituto Italiano di Cultura Jakarta untuk berpartisipasi dalam “Festival Diplomatik” yang akan digelar pada bulan Juni mendatang. Melalui festival ini, UNJ menghadirkan ruang dialog diplomatik yang melibatkan para duta besar dari berbagai negara dalam sebuah sesi diskusi strategis, sekaligus membuka kesempatan bagi perwakilan kedutaan untuk menampilkan kekayaan budaya, sistem pendidikan, serta peluang kerja sama internasional melalui pavilion negara.

Selain itu, kedua belah pihak juga merencanakan acara khusus kebudayaan Italia di UNJ, yang berpotensi menghadirkan langsung seorang koki (chef) profesional dari Italia untuk berkolaborasi dengan mahasiswa tata boga UNJ.

Andy juga mengusulkan untuk kerja sama akademik dan budaya dengan mengirimkan expert di bidangnya dari Italia untuk memberikan atua mengisi kuliah di UNJ dan melaksanakan program untuk ekspos kebudayaan Italia di Kampus UNJ.

Menjelang akhir pertemuan, Andy Hadiyanto juga mengutarakan harapan agar kelas bahasa Italia dapat dilaksanakan secara luring (offline) di kampus. Menanggapi hal tersebut, Istituto Italiano di Cultura Jakarta berkomitmen untuk mencari skema kerja sama guna mendatangkan penutur asli (native speaker) asal Italia ke Jakarta, melalui program pertukaran dosen atau pengajar.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid untuk membuka lebih banyak peluang internasional bagi mahasiswa dan dosen Universitas Negeri Jakarta, sekaligus memperkokoh posisi UNJ sebagai universitas unggul di tingkat global.