Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengambil langkah nyata dalam memperluas jejaring kemitraan strategisnya dengan dunia industri. Pada Selasa, 20 April 2026 bertempat di Ruang VIP, Gedung Rektorat UNJ, telah berlangsung Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara UNJ dengan PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ).
Turut hadir dalam kesempatan ini Prof. Komarudin selaku rektor UNJ serta Andy Hadiyanto selaku Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis. Sementara itu, delegasi PT WTJJ dipimpin langsung oleh Rendy Ardiansyah selaku Direktur Utama didampingi oleh Arini Kristalisa selaku Direktur Keuangan, Human Capital & Risk Management, Ruth Apprillia selaku Sekretaris Perusahaan, Firdaus Maulana Adi selaku Manajer Keuangan & HC, Bazi Aji selaku Manajer ESG TO, serta jajaran staf lainnya.
Dalam sambutannya, Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyambut baik inisiasi kerja sama yang telah lama dinantikan ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi yang terjalin tidak akan terbatas pada ranah Tridarma Perguruan Tinggi semata, tetapi juga merambah pada pengembangan bisnis institusi, sejalan dengan status baru UNJ sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

“Kini setelah UNJ menjadi PTN-BH, kami didorong untuk mengembangkan bidang bisnis dan usaha demi mencapai kemandirian finansial. Oleh karena itu, kerja sama atau kolaborasi dengan perusahaan seperti PT WTJJ menjadi sangat penting, sehingga kita bisa saling memberikan keuntungan dan maju bersama,” tegas Prof. Komarudin.
Rektor juga berharap penandatanganan MoU ini menjadi pintu gerbang lahirnya berbagai Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang aplikatif. Mengingat kiprah kolaborasi internasional UNJ kini makin masif, kemitraan strategis dengan industri nasional menjadi fondasi penting bagi kemajuan kampus.
Gayung bersambut, Direktur Utama PT WTJJ, Rendy Ardiansyah, menjabarkan profil perusahaannya yang sangat selaras dengan visi Green Campus UNJ. Mengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas lebih dari 4.750 liter per detik, PT WTJJ memasok air baku ke wilayah aglomerasi DKI Jakarta, Bekasi, hingga Karawang.
“Kami adalah satu-satunya SPAM saat ini yang kontrak Kerja Sama Pemerintah,” ungkap Rendy.
Poin strategis dari kolaborasi ini adalah komitmen kuat terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PT WTJJ bahkan menjadi pionir dalam pendanaan Senior Loan yang ditopang oleh Green Finance.

“Konsep ini sangat sejalan dengan UNJ yang mengusung Green Campus. Konsentrasi kami tidak hanya pada operasional teknologi, tetapi menjaga ekosistem secara utuh,” tambahnya.
Menjawab tantangan industri operasional pengolahan air, Rendy secara khusus mengundang mahasiswa dan peneliti UNJ—terutama dari FMIPA dan FT yang turut hadir—untuk berkolaborasi memecahkan masalah efisiensi operasional. Mengingat struktur biaya tertinggi PT WTJJ didominasi oleh energi listrik dan bahan kimia, perusahaan sangat menantikan inovasi teknologi hijau (green tech) serta membuka peluang magang (internship) yang luas bagi mahasiswa.
Lebih dari itu, Rendy menyoroti ancaman krisis air di Jakarta dan target 100% layanan air bersih pada 2029. Ia berharap UNJ dapat menjadi mitra strategis dalam mengedukasi masyarakat luas.
“Kita harus bersama-sama mengampanyekan dan menyadarkan masyarakat tentang bahaya eksploitasi air tanah yang berlebihan dan urgensi untuk segera bergeser ke penggunaan air permukaan,” pungkas Rendy.
Melalui kolaborasi ini, Universitas Negeri Jakarta menegaskan komitmennya dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan industri untuk menghadirkan solusi nyata bagi ketahanan air nasional. Ke depan, inisiatif ini diharapkan mampu memberikan dampak luas, baik bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas lingkungan, maupun kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
