Jakarta, Humas UNJ- Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ), sukses menyelenggarakan Seminar Inovasi Teknologi bertema “Penguatan Dasar Preventive Maintenance sebagai Fondasi Kompetensi Pendidikan Teknik Mesin”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 11 Oktober 2025 dan bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konsep dasar preventive maintenance sebagai bagian penting dari kompetensi profesional di bidang teknik mesin.
Seminar yang berlangsung di Ruang 408, Lantai 4 Gedung GRK UNJ ini menghadirkan Yosha Rory, Planner Engineering Supervisor PT Niramas Utama (INACO), sebagai narasumber utama. Acara dipandu oleh Jalyiamsep Marbun, dan diikuti oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Mesin, khususnya peserta mata kuliah Inovasi Teknologi semester 1 angkatan 2025.
Dalam sambutannya, Ratu Amilia Avianti, dosen pembimbing BEM Prodi Pendidikan Teknik Mesin yang mewakili Ketua Program Studi, menyampaikan apresiasi kepada narasumber atas kesediaannya berbagi wawasan praktis dari dunia industri.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran narasumber yang telah memberikan wawasan nyata kepada mahasiswa. Tema preventive maintenance ini sangat relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus membuka peluang karier sebagai manager trainer maupun wirausaha di bidang layanan maintenance. Perawatan mesin yang baik bukan hanya menjaga keandalan, tetapi juga membuka peluang bisnis baru,” ujar Ratu Amilia.

Ia juga memberikan apresiasi kepada BEM Prodi dan mahasiswa yang bertindak sebagai panitia pelaksana. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan mahasiswa dan menjembatani pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.
Dalam sesi pemaparan materi, Yosha Rory menjelaskan konsep dasar preventive maintenance secara komprehensif, mencakup maintenance overview, maintenance purpose, serta tahapan pelaksanaan perawatan mesin. Ia menekankan bahwa keberhasilan preventive maintenance tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga pada disiplin dalam perencanaan, dokumentasi, dan kolaborasi antarbagian.
Yosha juga menyoroti pentingnya mahasiswa memahami konsep ini agar mampu menyusun Training Need Assessment untuk pelatihan maintenance di industri.
Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Mesin UNJ, Imam Mahir, turut menegaskan komitmen prodi dalam menyelaraskan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan standar internasional.
“Kami ingin mencetak lulusan yang kompeten sebagai pendidik profesional maupun manager trainer di sektor industri. Lulusan kami diarahkan tidak hanya menjadi guru, tetapi juga instruktur, perancang pelatihan, dan pelaku wirausaha di bidang maintenance yang sangat dibutuhkan,” tegas Imam Mahir.
Turut hadir dalam kegiatan ini Aam Amaningsih Jumhur, dosen pengampu mata kuliah Inovasi Teknologi, yang mendukung pelaksanaan seminar sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman industri (industry-based learning). Kegiatan ini memperkaya diskusi antara mahasiswa dan praktisi, serta memperkuat kompetensi mahasiswa agar memiliki daya saing di dunia industri maupun pendidikan vokasi.
Melalui seminar ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa preventive maintenance merupakan fondasi penting bagi keandalan sistem, efisiensi kerja, dan keselamatan industri. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat kewirausahaan di bidang layanan pemeliharaan dan pelatihan teknisi yang memiliki prospek tinggi di dunia kerja.