Riset UNJ Dukung Forensik Keamanan Pangan Nasional, PUI Jadi Mitra Strategis Puslabfor POLRI dalam Deteksi Keracunan Pangan MBG

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Jadi Pelopor dalam Pendidikan Bisnis Digital…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Konsistensi Inovasi dan Publikasi Angkat UNJ ke Peringkat 2.148 Dunia dan 32 Nasional Versi Webometrics 2026

Perkuat Jejaring Global Calon Guru, FBS UNJ Sambut Delegasi Internasional SEA Teacher Batch 11 Tahun 2026

Teguhkan Kebersamaan dalam Semangat Idulfitri, UNJ Gelar Halalbihalal

Perkuat Kolaborasi Lintas Kampus, Dekan FT UNJ Hadiri Rakernas Forum Dekan Teknik Se-Indonesia

Perkuat Relasi Internasional, Dekan FT UNJ Hadiri Peringatan 81 Tahun Armed Forces Day Myanmar

Bogor, Humas UNJ — Tim Pusat Unggulan Iptek (PUI) Pendeteksi Bakteri Patogen Universitas Negeri Jakarta di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM UNJ) menjadi mitra strategis Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) POLRI dalam kegiatan deteksi keracunan pangan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini berlangsung pada 23–26 September 2025 di Laboratorium Bioser Puslabfor POLRI, Sentul, Bogor.

Dalam kegiatan tersebut, PUI UNJ berperan aktif membantu pemeriksaan barang bukti MBG dengan mengimplementasikan Kit Deteksi Bakteri/Master Diagnostik 7 Bakteri, yaitu inovasi unggulan hasil riset dosen dan peneliti UNJ. Kit ini mampu mendeteksi tujuh jenis bakteri patogen utama penyebab keracunan pangan secara cepat dan akurat, sehingga sangat relevan untuk mendukung penegakan forensik keamanan pangan nasional.

Tim PUI UNJ yang terlibat terdiri dari Prof. Muktiningsih Nurjayadi selaku Ketua PUI Pendeteksi Bakteri Patogen UNJ, didampingi oleh Jefferson Lynford Declan dan Anisa Fitriyanti, sebagai peneliti asisten riset, serta tujuh mahasiswa Program Studi Kimia angkatan 2021, yaitu Fauzan Alipsyah, Fuzi Rahmawati, Hana Fajriah, Okky Rizky Pratama, Valia Rahma, Vinka Juniaty Lestari, dan Wanda Hanifa. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata keterlibatan mahasiswa UNJ dalam riset aplikatif yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lembaga negara.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Iwan Sugihartono selaku Ketua LPPM UNJ, menyampaikan bahwa kemitraan antara PUI UNJ dan Puslabfor POLRI merupakan bentuk nyata sinergi riset kampus dengan lembaga penegak hukum dalam menjawab persoalan nasional di bidang kesehatan masyarakat.

“Kemitraan ini menunjukkan bahwa riset di UNJ tidak berhenti di laboratorium, tetapi hadir untuk menjawab tantangan nyata bangsa. Kolaborasi dengan Puslabfor POLRI menjadi tonggak penting bagi UNJ dalam menguatkan peran riset terapan yang relevan, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Prof. Iwan Sugihartono.

Sementara itu, Prof. Muktiningsih Nurjayadi selaku Ketua PUI Pendeteksi Bakteri Patogen UNJ, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi PUI dalam menerapkan hasil risetnya di lapangan.

“Kami bersyukur inovasi Master Diagnostik 7 Bakteri dapat digunakan dalam proses investigasi forensik pangan. Ini membuktikan bahwa inovasi yang dikembangkan di UNJ mampu berkontribusi terhadap keamanan pangan nasional dan mendukung kerja ilmiah kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat,” jelas Prof. Muktiningsih yang juga Guru Besar FMIPA UNJ.

Ia menambahkan, keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa universitas memiliki potensi besar sebagai mitra kolaboratif dalam sistem keamanan dan keselamatan publik berbasis sains.

Kolaborasi antara PUI UNJ dan Puslabfor POLRI ini diharapkan terus berlanjut dalam riset bersama, pengembangan teknologi deteksi pangan, serta penguatan kapasitas SDM riset melalui pelibatan mahasiswa dan dosen dalam proyek nasional. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi UNJ sebagai universitas riset terapan yang berorientasi pada solusi dan kebermanfaatan sosial, sejalan dengan visinya sebagai World Class University.