Jakarta, Humas UNJ — Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerja sama dengan Gwangju Cultural ODA, Korea Selatan, menyelenggarakan kegiatan bertajuk Dalgona (Days of Laughter with ODASIS and Futurona) pada Rabu, 12 November 2025 di Aula Maftuchah Yusuf, Kampus A UNJ.
Kegiatan ini merupakan bentuk refleksi, laporan, dan apresiasi atas pelaksanaan ODASIS Project 2025, sebuah proyek kolaboratif lintas budaya yang melibatkan mahasiswa dan seniman dari berbagai negara.
Acara dibuka dengan pertunjukan tari oleh Salman dan drama oleh 12 peserta ODASIS yang menggambarkan semangat kolaborasi dalam proyek tersebut. Penampilan ini mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan, dosen, dan mahasiswa yang hadir.
Selain sesi sambutan dan laporan kegiatan, Dalgona juga menghadirkan talkshow interaktif bersama peserta ODASIS Project yang berbagi pengalaman selama delapan hari di Gwangju, Korea Selatan. Mereka menceritakan proses belajar, kolaborasi seni, serta pertukaran budaya dengan mahasiswa dan seniman internasional.
Dalam paparannya, Jeong Ok Jeon, dosen Seni Rupa UNJ asal Korea Selatan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Ia menekankan bahwa ODASIS bukan hanya proyek seni, tetapi juga wadah pembelajaran lintas disiplin yang mencakup arsitektur, desain perkotaan, dan kerja sosial.

“Jika dahulu ODA berfokus pada pembangunan infrastruktur, kini kami mengembangkan kerja sama berbasis kreativitas dan pertukaran budaya,” ujar Jeong.
Tahun ini, Jakarta menjadi salah satu lokasi pelaksanaan ODASIS dengan peserta dari Korea, Taiwan, Thailand, Uzbekistan, dan Mongolia. Sejak Mei hingga Agustus, para mahasiswa melakukan riset sosial dan lingkungan di Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, bersama arsitek dan ahli dari Korea. Hasil riset diwujudkan dalam bentuk paviliun bambu, mural, papan penanda, dan tempat sampah ramah lingkungan yang dikerjakan bersama warga setempat. Proyek ini ditutup dengan festival masyarakat yang turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Jakarta Pusat.
Dari total 20 mahasiswa peserta, delapan di antaranya mewakili UNJ untuk melanjutkan program ke Gwangju dan mengikuti lokakarya serta festival seni internasional. Jeong berharap kerja sama antara UNJ dan Gwangju Cultural ODA dapat terus berlanjut agar lebih banyak mahasiswa UNJ memperoleh kesempatan belajar dan berkolaborasi di tingkat global.
Lurah Kelurahan Galur, Suci Asliyati Slagai, turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata UNJ dan tim ODASIS bagi masyarakat Galur.
“Ruang publik yang dibangun melalui proyek Galur Ceria kini menjadi tempat aman dan nyaman bagi warga untuk bermain, berkreasi, dan berinteraksi,” ujarnya.

Ia juga membuka peluang kerja sama berkelanjutan dengan UNJ, menjadikan Galur sebagai laboratorium lapangan bagi mahasiswa Seni Rupa untuk berkarya dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Koordinator Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Rizki Taufik Rakhman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ODASIS dan Dalgona. Ia menekankan pentingnya menjaga kontinuitas dan kepercayaan dalam kolaborasi internasional.
“Mahasiswa berganti setiap tahun, tetapi kepercayaan yang dibangun dengan mitra luar negeri adalah hal paling berharga yang harus kita jaga,” ungkap Rizki.
Acara Dalgona juga menampilkan pameran mini hasil karya peserta ODASIS serta pameran sketsa karya dosen dan mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UNJ.
Ketua pelaksana kegiatan, Kyara Jasmine Firdaus, menyampaikan bahwa Dalgona menjadi momen berbagi pengalaman antara mahasiswa UNJ dan peserta ODASIS dari berbagai negara.
“Semoga kegiatan ini memperluas wawasan dan mempererat hubungan antarwarga Pendidikan Seni Rupa UNJ,” ujar Kyara.

Salah satu peserta, Emily Rahma Dewi, membagikan kesannya setelah mengikuti ODASIS Project hingga terpilih ke Gwangju.
“Ikut program ODASIS Project di Jakarta sampai bisa terbang ke Gwangju, Korea Selatan, jadi pengalaman yang benar-benar berkesan dan membuka wawasan banget. Dari situ aku belajar banyak hal, bukan cuma soal seni dan budaya, tapi juga tentang kerja sama lintas negara, adaptasi, dan bagaimana menghargai perbedaan,” ujar Emily.
“Rasanya bangga bisa mewakili Indonesia dan memperkenalkan budaya kita lewat seni di kancah internasional. Pengalaman ini benar-benar tak terlupakan. Semoga program ODASIS Project terus berlanjut dan makin banyak mahasiswa yang bisa merasakan pengalaman berharga ini.”
Kegiatan Dalgona berlangsung hangat dan penuh semangat, menjadi penanda kuatnya kolaborasi antara UNJ dan Korea Selatan dalam mengembangkan seni, budaya, dan pemberdayaan masyarakat melalui karya kreatif lintas bangsa.