Jakarta, Humas UNJ — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) terus memperluas jejaring global sebagai bagian dari komitmen internasionalisasi kampus. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan penandatanganan kerja sama strategis bersama National Institute of Development Administration (NIDA), Thailand, yang berlangsung pada 2 Maret 2026 di Gedung K FISH UNJ, Ruang 212.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Assoc. Prof. Asawin Nedpogaeo selaku Dekan Graduate School of Communication Arts Management and Innovation NIDA, jajaran Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Senat Akademik FISH, serta para Koordinator Program Studi.
Dalam sambutannya, Firdaus Wajdi selaku Dekan FISH UNJ menegaskan bahwa kolaborasi internasional merupakan kebutuhan strategis dalam penguatan tridarma perguruan tinggi.
“Kemitraan ini tidak boleh berhenti pada seremoni. Kami ingin kerja sama ini berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang yang konkret—mulai dari riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan program akademik lintas negara,” ujarnya.
Sebagai bagian dari forum, FISH UNJ memaparkan profil fakultas yang mencakup visi kelembagaan, program studi, capaian akademik, serta agenda strategis internasionalisasi. Paparan tersebut memberikan gambaran potensi sinergi yang dapat dikembangkan bersama NIDA, khususnya dalam bidang komunikasi, kebijakan publik, dan isu sosial kontemporer.
Diskusi interaktif kemudian berlangsung dinamis. Sejumlah peluang kerja sama dibahas secara mendalam, termasuk pengembangan student mobility, joint research, penguatan kurikulum berbasis internasional, hingga peluang beasiswa bagi mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Asawin menjelaskan bahwa NIDA membuka kesempatan bagi lulusan FISH UNJ, khususnya dari Program Studi Ilmu Komunikasi, untuk melanjutkan studi magister melalui program internasional berbahasa Inggris di Thailand.
“Komunikasi saat ini telah berevolusi jauh melampaui media tradisional. Ia mencakup digital marketing, data analytics, big data, hingga artificial intelligence. Karena itu, institusi pendidikan harus membangun kolaborasi lintas negara agar tetap relevan dalam dinamika global,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa sistem pendidikan di NIDA dirancang berbasis riset yang kuat, di mana mahasiswa menyelesaikan mata kuliah inti sebelum memasuki fase penelitian. Model ini dinilai membuka peluang besar bagi kolaborasi riset yang lebih terstruktur dan berkelanjutan antara kedua institusi.
Sebagai wujud konkret komitmen bersama, FISH UNJ dan NIDA menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) yang menjadi payung hukum kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan tersebut menandai babak baru kemitraan strategis yang diharapkan mampu meningkatkan eksposur global dan daya saing akademik kedua institusi.
Dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Thailand yang berfokus pada administrasi publik, kebijakan, pembangunan, dan ilmu sosial, NIDA secara konsisten menempati posisi 10 besar nasional berdasarkan SCImago Institutions Rankings (SIR) 2025. Reputasi akademik tersebut semakin memperkuat nilai strategis kolaborasi ini bagi FISH UNJ.
Melalui kemitraan ini, UNJ menegaskan langkah progresif dalam membangun jejaring internasional yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan. Kolaborasi dengan NIDA diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas akademik dan produktivitas riset, tetapi juga memperkuat posisi FISH UNJ sebagai fakultas yang adaptif, kompetitif, dan berdaya saing global.