Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan Tes Microteaching dalam rangka seleksi calon guru SMA Unggul Garuda Baru pada 12 April 2026 di Pustikom Lantai 3, Kampus A UNJ.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk mendukung pengembangan sekolah berstandar internasional di berbagai daerah.
UNJ melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni mendapat kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk menyelenggarakan tes microteaching bagi calon guru di empat wilayah Sekolah Unggul Garuda Baru, yaitu Belitung Timur, Bungo (Jambi), Konawe Selatan, dan Timor Tengah Selatan.
Sebanyak 171 peserta mengikuti seleksi ini, dengan pelaksanaan tes dilakukan secara daring, sementara panitia dan penguji terpusat di Pustikom UNJ.
Sebelum pelaksanaan, UNJ bersama Kemdiktisaintek telah melakukan koordinasi intensif untuk merumuskan kriteria penilaian yang objektif dan komprehensif. Tahapan seleksi akan berlanjut pada 13 April 2026 melalui tes wawancara guna memperkuat proses penilaian terhadap kompetensi peserta.
Agung Premono, selaku Direktur Akademik sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa pelaksanaan tes microteaching ini telah dipersiapkan secara matang baik dari sisi teknis maupun substansi penilaian.
“Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan, mulai dari kesiapan sistem daring, koordinasi penguji, hingga pelaksanaan simulasi sebelumnya. Hal ini dilakukan agar proses seleksi dapat berlangsung lancar, efektif, dan menghasilkan penilaian yang akurat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan tes secara daring menjadi tantangan tersendiri yang telah diantisipasi dengan berbagai langkah teknis.

Kemudian perwakilan Sekretariat Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Bunyamin, menyampaikan bahwa seleksi ini merupakan langkah awal dalam rekrutmen guru SMA Unggul Garuda Baru di empat daerah.
“Ini merupakan seleksi pertama yang dilakukan untuk merekrut guru di SMA Unggul Garuda Baru. Hingga 2029, Kemdiktisaintek menargetkan pembangunan 20 sekolah SMA Unggul Garuda Baru,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa SMA Unggul Garuda Baru akan mengadopsi kurikulum International Baccalaureate (IB), sehingga seleksi ini juga menekankan kemampuan berbahasa Inggris para peserta.
“Kami berharap dapat menjaring guru-guru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan global, termasuk kemampuan bahasa Inggris,” tambahnya.
Bunyamin juga mengingatkan pentingnya integritas dalam mengikuti proses seleksi.
“Kami berpesan agar peserta mengikuti seleksi ini dengan serius, jujur, dan menghindari kecurangan. Seluruh proses dilakukan secara objektif dan bebas dari intervensi,” tegasnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada UNJ atas dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
“Kami berterima kasih atas dukungan UNJ. Karena ini pengalaman pertama bagi kami, banyak pembelajaran yang kami peroleh dari mitra, termasuk UNJ,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, menyampaikan bahwa program SMA Unggul Garuda dirancang untuk menyiapkan peserta didik agar siap melanjutkan studi ke perguruan tinggi dalam maupun luar negeri, dengan penguatan pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
“Sekolah Garuda dibentuk untuk mempersiapkan siswa agar mampu bersaing secara global. Oleh karena itu, kualitas guru menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program ini,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seleksi microteaching menjadi tahapan krusial dalam menilai kompetensi calon guru.
“Standar guru minimal harus menguasai tiga aspek utama, yaitu teknologi, pedagogi, dan bidang ilmu pengetahuan. Melalui microteaching dan wawancara, ketiga aspek ini dapat terukur secara komprehensif,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Ifan menyampaikan bahwa UNJ merasa bangga dapat dipercaya sebagai salah satu perguruan tinggi yang terlibat dalam proses rekrutmen SMA Unggul Garuda, baik untuk sekolah transformasi maupun sekolah baru.
“Ini merupakan kesempatan bagi UNJ untuk menunjukkan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional, khususnya dalam menyiapkan tenaga pendidik unggul,” ujarnya.
Dari total 171 peserta, nantinya akan diseleksi menjadi 96 orang sesuai kebutuhan. Ia berharap para peserta yang terpilih dapat memaknai peran ini sebagai amanah besar dalam membangun generasi masa depan.
“Kami berharap guru yang terpilih mampu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dalam menyiapkan generasi emas 2045, yang siap menghadapi berbagai tantangan global, baik di bidang lingkungan, sosial, maupun politik,” tutupnya.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, UNJ kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional serta mendukung lahirnya ekosistem pendidikan yang unggul dan berdaya saing global.