UNJ Kukuhkan Lulusan FIP dan FBS di Wisuda Sesi Pertama, Rektor Soroti Peran Pendidikan sebagai Kompas Kehidupan

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Bumikan Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

FT dan PLPBK UNJ Kolaborasi dengan Kemnaker RI Gelar Seminar Nasional Karier Profesional di Era Ekonomi Hijau

Dari KIP-K ke Prestasi Gemilang di UNJ, Kisah Riki Anak Yatim yang Jadi Wisudawan Terbaik

FT UNJ Gelar Visiting Professor dengan Hadirkan Akademisi Universiti Kebangsaan Malaysia

UNJ Dukung Program SMA Unggul Garuda Baru melalui Pelaksanaan Tes Microteaching

FT UNJ dan Dinas Damkar DKI Jakarta Bahas Penguatan Kolaborasi

Jakarta, Humas UNJ – Suasana haru, bangga, dan penuh syukur menyelimuti Gedung Olahraga Universitas Negeri Jakarta (GOR UNJ) pada Senin, 13 April 2026, dalam prosesi Wisuda Tahun Akademik 2025/2026. Momentum ini tidak sekadar menjadi seremoni akademik, melainkan perayaan atas perjalanan panjang perjuangan, doa, dan harapan para wisudawan bersama keluarga serta sivitas akademika.

Sebanyak 1.992 lulusan UNJ resmi dikukuhkan dalam prosesi Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan secara bertahap dalam empat sesi, mulai 13 hingga 16 April 2026. Pada sesi pertama, sebanyak 563 wisudawan mengikuti prosesi pengukuhan, yang terdiri atas 281 lulusan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan 282 lulusan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Momen ini menjadi penanda awal perjalanan baru para lulusan dalam mengaktualisasikan ilmu dan kontribusi nyata di tengah masyarakat

Pada kesempatan ini, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah titik akhir, melainkan awal dari perjalanan baru yang lebih luas. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan keluarga yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik ini.

“Keberhasilan hari ini bukanlah hasil perjuangan sendiri, melainkan buah dari doa, pengorbanan, dan cinta keluarga. Bahkan bagi orang tua yang telah tiada, insya Allah mereka turut berbahagia menyaksikan pencapaian ini,” ujar Prof. Komarudin.

Mengusung tema “The Power of Education”, Prof. Komarudin menekankan peran pendidikan sebagai kekuatan transformatif dalam kehidupan manusia. Pendidikan digambarkan sebagai kompas kehidupan di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, yang tidak hanya memberi arah, tetapi juga makna dalam setiap langkah. Lebih jauh, pendidikan dipahami sebagai proses yang terus bertumbuh dan meninggalkan jejak. Para lulusan diharapkan tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi mampu menghadirkan kontribusi nyata melalui karya, gagasan, dan pengabdian di tengah masyarakat, ungkap Prof. Komarudin.

Dalam refleksi yang lebih mendalam, pendidikan juga diposisikan sebagai cahaya di tengah berbagai tantangan sosial seperti ketimpangan, ketidakadilan, dan marginalisasi. Para wisudawan diingatkan untuk menjadikan ilmu sebagai terang yang tidak hanya menerangi diri sendiri, tetapi juga menghangatkan kehidupan orang lain.

“Ukuran keberhasilan bukan hanya pada apa yang kita capai, tetapi pada siapa yang kita bantu untuk bangkit, serta perubahan apa yang kita ciptakan,” pesan Prof. Komarudin.

Wisuda sesi pertama ini juga menjadi panggung apresiasi bagi mahasiswa berprestasi yang telah mengharumkan nama UNJ di tingkat nasional dan internasional. Di antaranya, Hana Sajidah (wisudawati Prodi S1 Pendidikan Khusus FIP) yang tampil sebagai presenter dalam konferensi internasional pendidikan inklusif, Abrar Adzkia Ahmad (wisudawan Prodi S1 Manajemen Pendidikan FIP) yang aktif sebagai pembicara internasional sekaligus finalis ajang karakter remaja, Mochammad Rheyno Rafandha (wisudawan Prodi S1 Pendidikan Seni Rupa FBS) yang meraih penghargaan dalam kompetisi ide internasional, serta Dayhan Alitiawan (wisudawan Prodi S1 Pendidikan Bahasa Jepang FBS) yang berhasil menjadi juara nasional dalam kompetisi bahasa Jepang.

Sebagai penutup, Prof. Komarudin menyampaikan kisah inspiratif Malala Yousafzai, yang menjadi simbol global kekuatan pendidikan. Perjuangannya dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi anak perempuan menunjukkan bahwa ilmu adalah cahaya yang tidak dapat dipadamkan oleh ancaman apa pun.

Mengutip pernyataan Malala di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa, “One child, one teacher, one book, and one pen can change the world,” menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu berawal dari hal-hal sederhana yang digerakkan oleh pendidikan.

Prosesi wisuda ini menegaskan kembali bahwa para lulusan UNJ bukan sekadar penyandang gelar akademik, tetapi agen perubahan yang diharapkan mampu menciptakan jalan baru bagi masa depan. Dengan semangat “The Power of Education”, mereka diharapkan hadir sebagai generasi yang memberi makna, dampak, dan harapan bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.