Merajut Persahabatan Lintas Negara, UNJ Sukses Gelar Program SEA Teacher Filipina 2026

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Uncategorized
  4. »
  5. Kisah Ani, Seorang Guru Islamic Boarding…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Perkuat Sinergi Sport Science untuk Prestasi Olahraga, FIKK UNJ Gelar Seminar Nasional Kepelatihan Olahraga

Dari Amankan Data ke Amankan Masa Depan: Perjuangan Risal dalam Raih Wisudawan Terbaik FMIPA UNJ

Kisah Abdul, Anak Petani Desa yang Jadi Wisudawan Terbaik FISH UNJ

Ujian Hidup hingga Prestasi Gemilang: Kisah Aulawia Hidayati Raih Wisudawan Terbaik FISH UNJ

Dari Freelance Guide hingga Wisudawan Terbaik FISH UNJ: Perjalanan Saif di Dunia Pariwisata

Jakarta, Humas UNJ – Bertempat di Gedung Syafei Lantai 8, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Closing Ceremony SEA Teacher Project Filipina Batch 11 Tahun 2026 pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan penutupan yang berlangsung penuh kehangatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian program pertukaran mahasiswa internasional yang telah berjalan dengan sukses.

Sekretaris Badan Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (BP3) UNJ, Ratna Dyah Suryaratri menyampaikan apresiasi yang sangat mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, terkhusus bagi kedua belas mahasiswa asal Filipina. Dalam sambutannya, Ratri menyoroti transformasi luar biasa yang dialami para mahasiswa selama 18 hari atau hampir tiga pekan berada di lingkungan kampus UNJ.

“Kalian tidak hanya belajar tentang metode pengajaran di sini. Saya tahu bahwa kalian juga telah berbagi pengetahuan, membawa energi yang luar biasa, dan memperkenalkan budaya kalian kepada para pelajar, guru, supervisor, dosen, dan seluruh komunitas di sini,” ungkap Ratri dengan senyum bangga.

Ia juga mengenang kembali momen pertama kali para mahasiswa tersebut menginjakkan kaki di Jakarta. Perbedaan bahasa, cita rasa makanan, hingga budaya yang sempat menjadi tantangan adaptasi (culture shock), kini telah melebur menjadi ikatan emosional yang kuat.

“Saya yakin kalian ingat pertama kali datang ke Jakarta dengan segala perbedaan yang ada. Namun lihatlah kalian sekarang. Kalian telah tumbuh menjadi calon pendidik masa depan yang lebih percaya diri, lebih berpengalaman, dan lebih terinspirasi. Kalian bukan lagi sekadar tamu, tetapi telah menjadi teman, saudara, dan bagian dari keluarga kami,” tuturnya yang langsung disambut tepuk tangan dan senyum haru dari para hadirin.

“Meskipun program ini terasa sangat singkat dan harus berakhir hari ini, namun memori dan persahabatan yang terjalin akan bertahan selamanya. Kami berharap kalian kembali ke Filipina dengan membawa cerita yang luar biasa, kemampuan baru yang bermanfaat, dan tentunya, kami berharap Jakarta, Indonesia, dan UNJ akan selalu memiliki tempat khusus di hati kalian,” pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Yasep Setiakarnawijaya, menekankan bahwa program yang telah berlangsung selama tiga pekan ini memiliki esensi yang jauh lebih dalam daripada sekadar aktivitas pendidikan formal.

“Program ini lebih dari sekadar pertukaran akademik. Ini telah menjadi jembatan persahabatan, wadah untuk saling memahami budaya, serta peluang yang sangat berharga bagi pertumbuhan profesional para calon pendidik,” ungkap Yasep

Selama hampir satu bulan berada di Indonesia, para mahasiswa internasional ini tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga berbaur, beradaptasi, dan memberikan kontribusi nyata di lingkungan pendidikan mitra UNJ. Yasep meyakini bahwa pengalaman berharga yang didapatkan selama di Jakarta ini akan menjadi fondasi yang kuat bagi perjalanan karier dan pengembangan karakter mereka di masa depan.

Pujian secara khusus juga ia berikan kepada bintang utama acara ini, yakni para mahasiswa SEA Teacher. “Kalian telah menunjukkan antusiasme, ketangguhan, dan keterbukaan pikiran yang luar biasa di sepanjang perjalanan ini,” pujinya.

Menutup pidatonya,  Yasep menitipkan pesan dan harapan besar agar pembelajaran serta persahabatan yang telah terbangun di UNJ dapat terus menginspirasi semua pihak untuk memperkuat kolaborasi lintas negara.

“Semoga hal ini menginspirasi kita untuk terus memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menumbuhkan rasa saling pengertian antarbangsa.