Andin, Sang Penanggung Jawab Kelas yang Raih Wisudawati Terbaik FEB UNJ

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Uncategorized
  4. »
  5. Kisah Ani, Seorang Guru Islamic Boarding…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Panggul Cita-Cita Keluarga, Auditor BUMN Ini Raih IPK 3.98 dan Jadi Wisudawan Terbaik FEB UNJ

Rektor Dorong Generasi Berani Bertumbuh dan Menginspirasi Perubahan dalam Wisuda Lulusan FEB, FPsi, dan SPs di Sesi Keempat

Fakultas Psikologi UNJ dan Biro SDM Polda Metro Jaya Tandatangani MoA untuk Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Praktik Psikologi

Perkuat Sinergi Sport Science untuk Prestasi Olahraga, FIKK UNJ Gelar Seminar Nasional Kepelatihan Olahraga

Dari Amankan Data ke Amankan Masa Depan: Perjuangan Risal dalam Raih Wisudawan Terbaik FMIPA UNJ

Jakarta, Humas UNJ – Berapa banyak malam yang harus dilalui seorang anak dengan menahan lelah, hanya agar ia bisa melihat lengkung senyum kebanggaan di wajah ayah dan ibunya? Pertanyaan itu adalah rahasia hati yang terus menyala di dada Fatma Ari Andini. Saat sebagian mahasiswa mungkin bisa menikmati santainya masa kuliah, Andin memilih menenggelamkan diri dalam tuntutan ganda yang menguras batin, dari mengejar kesempurnaan akademik sekaligus menjadi ujung tombak penyambung lidah puluhan teman sekelasnya sebagai Penanggung Jawab (PJ) selama 3,5 tahun.

Ia kerap kali harus berdiri di tengah, meredam letupan emosi, dan memecahkan konflik kelas tanpa boleh memihak. Namun, setiap kali rasa pusing menderanya dan tubuhnya menuntut untuk menyerah, bayangan wajah kedua orang tuanyalah yang memaksanya kembali bangkit. Kini, segala pengorbanan sunyi itu bermuara indah. Mahasiswi Program Studi S-1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Angkatan 2022 ini sukses merengkuh mahkota sebagai Wisudawati Terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan capaian IPK nyaris sempurna, yakni 3.97. Andin menerima penghargaan wisudawan terbaik ditandai dengan pengalungan langsung medali oleh Rektor UNJ pada pelaksanaan Wisuda UNJ Tahun Akademik 2025/2026 Sesi IV di GOR UNJ pada Kamis, 16 April 2026.

Bagi sebagian orang, masa kuliah adalah tentang berangkat ke kampus, duduk mendengarkan dosen, lalu pulang. Namun bagi seorang PJ seperti Andin, kampus adalah arena diplomasi. Ia harus menjadi penyambung lidah sekaligus “bumper” antara kehendak dosen dan aspirasi puluhan teman-teman sekelasnya.

“Tantangan terbesar saya sejatinya bukan sekadar tumpukan tugas, melainkan saat harus menjadi penghubung dan negosiator ke dosen. Belum lagi jika ada konflik internal di kelas, saya dituntut untuk selalu netral, tidak memihak, dan mampu melihat dari dua sudut pandang. Saya harus sangat berhati-hati menjaga harmoni agar tidak terjadi gesekan antara dosen dan mahasiswa,” ungkap Andin dengan nada penuh kedewasaan.

Tugas yang kerap memusingkan ini ia jalani dengan ikhlas, berbarengan dengan setumpuk kesibukannya di organisasi Community Development FEB (COMDEV FEB), kepanitiaan prodi, hingga urusan pribadinya. Kuncinya hanya satu, skala prioritas yang dijalankan dengan kedisiplinan tingkat tinggi. Andin terbiasa memetakan jadwal jauh hari sebelumnya, menentukan secara ketat mana yang harus diselesaikan lebih dulu.

Lalu, apa yang membuat Andin tetap waras dan tangguh melewati itu semua? Jawabannya bermuara pada dua sosok yang paling ia cintai, ayah dan ibunya.

Dengan senyum kecil, Andin mengaku motivasi awalnya mendapat nilai tinggi adalah untuk “setoran” ke orang tua agar mendapat uang saku tambahan setiap semesternya. Namun di balik candaan itu, terselip sebuah dedikasi tulus seorang anak yang menyadari bahwa tanpa dukungan mental dan finansial dari kedua orang tuanya, ia bukanlah siapa-siapa. Memberikan deretan nilai A di Kartu Hasil Studi (KHS) adalah cara terbaiknya membalas keringat mereka.

Dukungan juga mengalir deras dari support system di sekelilingnya. Andin tak henti mengucapkan terima kasih kepada para dosen prodi PAP yang telah membimbingnya, serta sahabat-sahabat karibnya yang selalu menjadi tempatnya bersandar saat lelah melanda, mulai dari Chelsea, Dinda, Alika, Nadiya, Kak Ceen, Kak Riski, Ani, Pipin, Angel, Dininggar, Mia, hingga Syarif.

Memilih prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran membuka mata Andin bahwa ruang kelas bukanlah satu-satunya tempat untuk mengabdi. Ketertarikannya pada bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) mendorongnya untuk menulis skripsi tajam mengenai lingkungan belajar, literasi digital, dan motivasi siswa SMK, sebuah kontribusi nyata yang ia lahirkan dari pengalaman terjun langsung saat program PKM.

Di mata teman-temannya, Andin bukanlah sosok mahasiswa “kutu buku” yang kaku. Ia justru mendeskripsikan kehidupan kampusnya dengan satu kata, unik.

Karakternya yang berani, humoris, dan kritis kerap memancing gelak tawa. Ia bahkan pernah dijuluki “buronan prodi sebelah” lantaran keberaniannya meninggalkan komentar tajam di media sosial untuk mempertanyakan dugaan plagiarisme. “Saking banyaknya kejadian random, teman-teman sampai sering bilang, ‘Lu mah ada-ada aja dah, Ndin!’,” ceritanya sambil tertawa.

Kini, setelah namanya bersinar sebagai lulusan terbaik, Andin tidak ingin terburu-buru. Alih-alih langsung melanjutkan studi, ia memilih untuk sejenak mengambil napas panjang, melakukan rehat dari ritme kuliah yang ‘dar-der-dor’, dan bersiap mengarungi dunia kerja korporat sesuai passion-nya di bidang MSDM.

Kepada rekan-rekan seperjuangannya yang kini masih terjebak di fase tugas akhir, Andin menitipkan pesan yang sangat realistis dan mengundang senyum. “Buat mahasiswa semester tua yang lagi pusing ngerjain skripsi, kejar terus dosen pembimbingnya. Saya tahu kalian sebenarnya sudah enggak butuh kata semangat, tapi lebih butuh duit. Jadi, tetap semangat kejar dospem, dan selamat revisian!” tutupnya Andin.