Jakarta, Humas UNJ – Prestasi membanggakan diraih oleh Kezia Ayu Teena yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik program Magister Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (FPsi UNJ) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95. Capaian ini menjadi bukti kerja keras, ketekunan, serta dukungan lingkungan yang kuat selama menempuh studi.
Kezia mengungkapkan bahwa perjalanannya di Program Studi Magister Psikologi memberikan banyak pengalaman berharga. Ia merasa bersyukur karena selama masa studi tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga semakin memahami penelitian psikologi serta aktif berdiskusi dengan dosen dan rekan sejawat dalam keterangannya saat diwawancarai pada gelaran Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Sesi IV yang digelar Kamis, 16 April 2026 di GOR UNJ.
Motivasi utama Kezia dalam meraih prestasi tinggi berasal dari keluarga, khususnya orang tua dan almarhum ayahnya. Ketertarikannya terhadap ilmu psikologi yang telah tumbuh sejak bangku SMP juga menjadi pendorong kuat untuk terus belajar dan bertahan menghadapi berbagai tantangan. “Ketika kita memiliki ketertarikan, kita akan tetap ingin melakukannya meskipun sulit,” ujarnya.
Dalam perjalanan akademiknya, Kezia menghadapi tantangan besar dalam membagi waktu antara pekerjaan dan studi. Namun, dengan manajemen waktu yang baik serta komitmen yang kuat, ia mampu menjaga konsistensi belajar hingga meraih predikat terbaik.
Keberhasilan Kezia juga tidak lepas dari peran dosen pembimbing, yaitu Ibu Anna Armeini Rangkuti dan Bapak Herdiyan Maulana, yang membimbingnya dengan penuh kesabaran. Selain itu, dukungan dari dosen pembimbing akademik, keluarga, serta teman-teman seangkatan turut memberikan kontribusi besar dalam perjalanan studinya.
Selama kuliah, Kezia aktif terlibat dalam kegiatan riset bersama dosen, melakukan publikasi jurnal, serta mengikuti konferensi internasional di bidang psikologi. Adapun tesis yang diangkat berjudul “Pengaruh Keterlibatan Ayah dan Dukungan Teman Sebaya terhadap Adaptabilitas Karier Mahasiswa Tingkat Akhir dengan Peran Moderasi Kepribadian Proaktif”. Melalui penelitian tersebut, Kezia menekankan pentingnya peran faktor eksternal dan internal dalam membentuk kesiapan karier mahasiswa, termasuk pentingnya keterlibatan ayah dan lingkungan pertemanan yang positif.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa untuk berani mengambil peluang dan terus belajar. “Ambil kesempatan yang baik, lakukan yang terbaik, dan jangan ragu untuk belajar dari orang lain,” pesannya.
Ke depan, Kezia berencana untuk berkarier sebagai pengajar di perguruan tinggi dan membuka peluang untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Ia berharap pengalamannya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi melalui ketekunan, konsistensi, dan semangat belajar yang tinggi.