Prof. Fahrurrozi Tegaskan Pendidikan sebagai Investasi Besar Bangsa, UNJ Siapkan SDM Unggul untuk Indonesia

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Tutup Program New Colombo Plan…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Berakit-rakit dari Rawa Mappi, Berenang-renang Kami Gapai Mimpi

Prof. Suyono: Hardiknas 2026 Momentum Perkuat Literasi Sains dan Integritas Akademik

Hardiknas 2026, Andy Hadiyanto Soroti Pentingnya Kolaborasi Global dan Relevansi Pendidikan

Refleksi Hardiknas 2026, Prof. Ari Saptono Tekankan Pendidikan Adaptif, Inklusif, dan Berkelanjutan

Refleksi Hari Pendidikan Nasional, Prof. Ifan Iskandar Ajak Reorientasi Pendidikan untuk Kemandirian Bangsa

Jakarta, Humas UNJ – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi pengingat penting bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan. Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (FIP UNJ) sekaligus Wakil Rektor UNJ Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi, Prof. Fahrurrozi, menegaskan bahwa investasi paling strategis bagi Indonesia bukan semata pembangunan fisik, melainkan pembangunan manusia melalui pendidikan.

Menurutnya, secara umum kondisi pendidikan Indonesia saat ini telah berada pada jalur yang tepat dan sejalan dengan kebijakan pemerintah. Namun demikian, masih diperlukan pembenahan di sejumlah sektor agar pendidikan nasional semakin merata, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan masa depan.

“Kalau Indonesia ingin menjadi negara besar, negara super power, maka sistem pendidikannya harus maju. Investasi terbesar itu adalah pendidikan,” ujar Prof. Fahrurrozi saat di wawancara pada 30 April 2026 di Gedung Rektorat, Kampus UNJ.

Sejalan dengan itu dirinya menambahkan, pendidikan merupakan bekal utama masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan. Berbeda dengan investasi fisik yang bisa habis nilai ekonominya, pendidikan akan menjadi modal jangka panjang yang melekat pada sumber daya manusia.

Dalam konteks itu, UNJ dinilai memiliki peran sentral sebagai perguruan tinggi yang sejak awal dikenal sebagai lembaga pencetak tenaga pendidik. Sebagai kampus pendidikan, UNJ diharapkan terus menjadi motor penggerak transformasi pendidikan Indonesia melalui penguatan kualitas guru, inovasi pembelajaran, serta pengembangan ekosistem pendidikan modern.

“UNJ harus tetap berada pada relnya sebagai lembaga pencetak guru berkualitas dan menjadi contoh arah pendidikan Indonesia ke depan,” katanya.

Prof. Fahrurrozi juga menyoroti pentingnya pemerataan profesionalisme guru melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan nasional harus dimulai dari guru yang kompeten, tersertifikasi, dan memperoleh penghargaan yang layak.

Selain itu, Ia menekankan bahwa pendidikan masa depan tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik. Pendidikan harus mampu membangun karakter, etika, daya juang, ketahanan mental, serta nilai iman dan amal agar lahir generasi unggul yang utuh.

“Kita tidak ingin menghasilkan anak-anak cerdas secara akademik, tetapi lemah dalam etika dan moral. Akademik dan non-akademik harus berjalan beriringan,” jelasnya.

Lebih jauh, Prof. Fahrurrozi menilai investasi pendidikan juga harus diarahkan pada sektor-sektor strategis sesuai keunggulan Indonesia, seperti pertanian, pertambangan, sumber daya alam, dan industri hilirisasi.

Perguruan Tinggi, termasuk UNJ, memiliki peran penting dalam menyiapkan talenta terbaik agar kekayaan alam Indonesia dapat diolah sendiri dan memberi nilai tambah bagi bangsa.

UNJ sendiri disebut telah menunjukkan kontribusi nyata melalui berbagai praktik baik pendidikan, salah satunya melalui Lab School UNJ yang dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Indonesia. Selain itu, UNJ juga memiliki pusat layanan tumbuh kembang anak yang menjadi contoh pentingnya investasi pendidikan sejak usia dini.

Menurutnya, pembangunan generasi unggul harus dimulai sejak anak berada dalam kandungan, dilanjutkan dengan pemenuhan gizi, layanan pendidikan dasar yang baik, serta lingkungan tumbuh kembang yang sehat dan berkualitas.

“Jangan lihat hasilnya hari ini. Pendidikan adalah investasi masa depan. Kalau anak-anak dibangun sejak dini, maka Indonesia akan menuai generasi hebat di masa mendatang,” tegasnya.

Prof. Fahrurrozi juga menekankan bahwa kontribusi gizi memiliki peran sangat fundamental dalam pembangunan pendidikan. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia tidak hanya dibentuk melalui proses belajar di kelas, tetapi juga dimulai dari terpenuhinya kebutuhan gizi sejak usia dini, bahkan sejak dalam kandungan.

“Anak yang mendapatkan asupan gizi baik cenderung memiliki pertumbuhan fisik optimal, kemampuan konsentrasi lebih baik, serta kesiapan belajar yang lebih tinggi,” katanya.

Karena itu, program pemenuhan gizi seperti makanan bergizi bagi anak sekolah menjadi bentuk investasi pendidikan jangka panjang. Dengan gizi yang cukup, peserta didik dapat berkembang secara maksimal, baik dari sisi kecerdasan, kesehatan, maupun karakter.

Ia menilai, generasi unggul Indonesia hanya dapat terwujud apabila pendidikan berjalan seiring dengan perhatian serius terhadap kesehatan dan gizi anak-anak bangsa.

Menutup pernyataannya, Prof. Fahrurrozi memaknai Hari Pendidikan Nasional sebagai momentum refleksi bersama untuk menatap masa depan Indonesia dengan optimisme melalui pendidikan yang berkualitas.

“Dengan pendidikan dan pola asuh yang benar, Indonesia akan menghasilkan anak-anak yang sangat berkualitas. Itulah harapan besar kita bersama,” pungkasnya.