UNJ Bangun Kolaborasi Pendidikan Global di Forum Indonesia–Australia TNE CONNECT 2026

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Prodi Humas dan Komunikasi Digital FISH…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

BP3 UNJ Sukses Dampingi Penguatan SDM Dosen Unhan RI melalui ToT PEKERTI-AA

Prodi Humas dan Komunikasi Digital FISH UNJ Masuk 10 Besar Nasional Program Studi dengan Peminat Terbanyak SNBT 2026

Tembus 63 Ribu Pendaftar, UNJ Masuk 10 Besar PTN Akademik dengan Peminat Terbanyak SNBT 2026

Dosen FMIPA UNJ Kenalkan Inovasi Krayon Ramah Lingkungan dari Minyak Jelantah di HCMUT Vietnam

Program EQUITY UNJ Dorong Diplomasi Budaya dan Wawasan Industri melalui Delegasi Mahasiswa ke Vietnam

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi melalui partisipasi pada forum internasional Indonesia–Australia TNE CONNECT 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Australia melalui Australian Embassy Jakarta dan Southeast Asia–Australia Government Partnerships di The Westin Jakarta pada 25–26 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, UNJ diwakili oleh Dekan Fakultas Teknik (FT) UNJ, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati, Wakil Dekan I Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) UNJ, Meiliasari, serta Sekretaris Kantor Urusan Internasional (KUI) UNJ, Sri Rahayu. Kehadiran UNJ dalam forum strategis ini menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi akademik internasional dan memperkuat posisi UNJ sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring global.

Forum internasional ini mempertemukan berbagai perguruan tinggi terkemuka dari Indonesia dan Australia untuk membahas penguatan Transnational Education (TNE), strategi internasionalisasi perguruan tinggi, pengembangan world class university, penguatan kolaborasi pendidikan lintas negara, hingga pengembangan keterampilan global dan kesiapan lulusan menghadapi tantangan masa depan.

UNJ menjadi salah satu perguruan tinggi Indonesia yang diundang bersama sejumlah universitas ternama seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada. Sementara dari Australia hadir berbagai universitas kelas dunia seperti Monash University, The University of Melbourne, Deakin University, The University of Sydney, UNSW Sydney, RMIT University, dan Australian National University.

Melalui sesi plenary dan panel discussion, forum ini menegaskan pentingnya penguatan kemitraan pendidikan Indonesia–Australia melalui model kerja sama inovatif, pengembangan kampus internasional, serta kolaborasi akademik berbasis riset dan teknologi. Selain itu, forum juga menyoroti pentingnya penguasaan sains dan teknologi dalam meningkatkan daya saing bangsa.

Dalam salah satu sesi, ditampilkan pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menegaskan bahwa, “Hanya bangsa yang menguasai sains dan teknologi yang akan menjadi bangsa yang makmur.”

Keikutsertaan FT dan FMIPA UNJ dalam forum ini menjadi bagian dari strategi penguatan internasionalisasi melalui pengembangan kerja sama riset internasional, pertukaran mahasiswa dan dosen, joint publication, visiting professor, pengembangan kurikulum berbasis global, serta peningkatan kualitas pendidikan teknik dan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Dekan FT UNJ, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati, menyampaikan bahwa forum ini menjadi momentum penting bagi FT UNJ untuk memperluas jejaring global sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis dengan berbagai perguruan tinggi Australia.

“Kolaborasi internasional menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperkuat daya saing lulusan, serta mendorong inovasi dan riset yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan I FMIPA UNJ, Meiliasari, menyoroti potensi besar UNJ sebagai salah satu LPTK unggulan di Indonesia dalam pengembangan kerja sama pendidikan keguruan bersama universitas di Australia.

Menurutnya, kondisi Australia yang saat ini membutuhkan tenaga pendidik profesional membuka peluang strategis bagi UNJ untuk mengembangkan program double degree dan career pathway bagi lulusan pendidikan agar mampu berkarier secara global.

“UNJ memiliki kekuatan dalam bidang pendidikan dan keguruan. Peluang kerja sama dengan universitas Australia dapat menjadi langkah strategis dalam menciptakan guru profesional berstandar internasional yang siap bersaing dan berkarier di Australia,” jelas Meiliasari.

Melalui partisipasi dalam Indonesia–Australia TNE CONNECT 2026, UNJ menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi, membangun kemitraan akademik global, serta mendorong pengembangan sumber daya manusia unggul menuju perguruan tinggi bereputasi dunia.