Jakarta, Humas UNJ – Rangkaian kegiatan 4th International Invention and Innovation Competition (I3C) 2026 dan Innovation World Cup (IWC) 2026 resmi ditutup melalui Awarding Ceremony yang berlangsung di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, pada Sabtu, 6 Juni 2026. Penutupan ajang internasional ini menjadi momentum perayaan kreativitas, kolaborasi, dan semangat inovasi generasi muda dari berbagai negara yang telah menampilkan karya terbaik mereka di panggung global. Ajang International Invention and Innovation Competition (I3C) dan Innovation World Cup (IWC) 2026 diikuti oleh 211 tim yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan dan institusi dari sejumlah negara. Dengan masing-masing tim terdiri atas enam anggota, total peserta yang terlibat mencapai sekitar 1.266 orang.
Direktur Proyek I3C dan IWC 2026, Meera Kumar, menegaskan bahwa kompetisi ini tidak hanya berorientasi pada penghargaan dan medali, tetapi menjadi wadah bagi lahirnya jejaring kolaborasi, pertukaran gagasan, serta penguatan kapasitas inovator muda dunia.
Mewakili Malaysia Innovation, Invention and Creativity Association (MIICA), Meera menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai negara, budaya, dan latar belakang. Menurutnya, keberhasilan para peserta tidak hanya diukur dari capaian akhir, tetapi juga dari proses panjang yang mereka lalui dalam mengembangkan ide, menyusun penelitian, dan membangun prototipe inovasi.

“Nilai sesungguhnya dari kompetisi ini bukan terletak pada warna medali yang diraih, melainkan pada pengetahuan yang diperoleh, persahabatan yang terjalin, serta inspirasi yang dibawa untuk masa depan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada UNJ, para juri internasional, dosen pembimbing, relawan, panitia penyelenggara, mitra strategis, dan orang tua peserta yang telah memberikan dukungan penuh sehingga kompetisi dapat berlangsung sukses dan memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.
Sementara itu, Presiden Indonesia Young Scientist Association (IYSA), Danny Irawan, mengungkapkan bahwa kolaborasi antara IYSA dan MIICA yang telah terjalin sejak 2019 terus menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi.
Menurutnya, selama pelaksanaan kompetisi, para peserta telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mempresentasikan ide, hasil penelitian, dan solusi kreatif terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
“Sepanjang acara ini, kita telah menyaksikan semangat para inovator muda yang mempresentasikan ide, kreativitas, dan karya ilmiah mereka dengan antusiasme serta kepercayaan diri yang tinggi,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pendiri dan CEO Dreams of Bangladesh, Mahadir Islam, turut memberikan motivasi kepada para peserta. Ia mengenang perjalanan pribadinya sebagai peserta kompetisi inovasi hingga akhirnya mampu membangun organisasi yang mendukung pengembangan generasi muda di tingkat internasional.
Mahadir menekankan bahwa setiap pengalaman yang diperoleh dalam kompetisi merupakan investasi berharga yang dapat membuka jalan menuju berbagai peluang dan pencapaian di masa depan.
Rasa bangga juga disampaikan oleh UNJ melalui Direktur Kerja Sama dan Bisnis pada Kantor Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Rahmat Darmawan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi seluruh peserta, juri, mentor, guru, dosen, sponsor, mitra, dan relawan yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan I3C dan IWC 2026.
Menurut Rahmat, kompetisi ini telah menghadirkan beragam inovasi dan solusi kreatif yang menunjukkan kemampuan generasi muda dalam merespons berbagai tantangan nyata di masyarakat. Ia menegaskan bahwa inovasi bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal untuk menciptakan perubahan yang lebih luas melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi lintas negara.
“Kompetisi ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi melahirkan para juara yang memiliki keberanian untuk terus belajar, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan I3C dan IWC 2026, UNJ kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta muda, memperkuat jejaring inovasi internasional, serta menciptakan ruang kolaborasi yang mendorong lahirnya gagasan-gagasan kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat global. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi ruang perjumpaan para inovator muda dunia untuk belajar, berjejaring, dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik melalui inovasi dan kreativitas.