Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) Papua melalui pengembangan program pendidikan yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi dan koordinasi tim UNJ yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Ifan Iskandar, bersama Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua Republik Indonesia, Gracia Josaphat Jobel Mambrasar, pada Senin, 8 Juni 2026 di Kantor Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua.
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama pengembangan SDM Papua secara umum dan Kabupaten Mappi secara khusus melalui Program Pendidikan Mahasiswa Papua yang selama ini telah dijalankan UNJ. Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata UNJ dalam meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda Papua melalui pendekatan akademik, sosial, psikologis, dan pengembangan keterampilan hidup.

Dalam audiensi tersebut, UNJ memaparkan berbagai capaian Program Pendidikan Mahasiswa Kabupaten Mappi yang telah melibatkan lebih dari 100 mahasiswa Papua. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga mencakup pendampingan karakter, penguatan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, literasi digital, hingga persiapan mahasiswa untuk kembali membangun daerah asal melalui inisiatif Return to Papua.
Pada kesempatan ini, Prof. Ifan Iskandar menjelaskan bahwa UNJ memandang pendidikan sebagai instrumen strategis untuk mempercepat pembangunan Papua secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada keberhasilan studi mahasiswa, tetapi juga pada pembentukan karakter, kapasitas kepemimpinan, dan kesiapan mereka menjadi agen perubahan di daerah asalnya.
“UNJ berkomitmen menghadirkan pendidikan yang transformatif bagi mahasiswa Papua. Kami tidak hanya mendampingi mereka dalam proses akademik, tetapi juga membantu membangun kepercayaan diri, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, serta keterampilan yang dibutuhkan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Program Mappi yang telah berjalan menjadi laboratorium pembelajaran yang sangat berharga dalam merancang model pengembangan SDM Papua yang lebih komprehensif dan berkelanjutan,” ujar Prof. Ifan.
Berbagai capaian positif turut dipaparkan dalam pertemuan tersebut, antara lain meningkatnya kemampuan komunikasi dan interaksi sosial mahasiswa, partisipasi dalam organisasi kemahasiswaan, kemampuan literasi digital, keterampilan kolaborasi, hingga kemampuan melakukan observasi, presentasi, dan penelitian sederhana.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian bersama, seperti adaptasi budaya, kesiapan akademik awal mahasiswa, dampak psikologis akibat kondisi sosial di Papua, tingginya angka pernikahan dini, serta terbatasnya akses pengembangan karier dan daya saing lulusan pendidikan tinggi.
Menanggapi paparan tersebut, Billy Mambrasar menilai Program Pendidikan Mahasiswa Kabupaten Mappi yang dikembangkan UNJ memiliki potensi besar untuk menjadi model intervensi pendidikan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Papua. Ia juga menekankan pentingnya dokumentasi, evaluasi, dan publikasi ilmiah sebagai landasan pengembangan kebijakan pendidikan berbasis bukti (evidence-based policy).
Dalam kesempatan yang sama, Rahmat Darmawan selaku Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan program pengembangan SDM Papua.
“Pengembangan SDM Papua membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Perguruan tinggi tidak dapat bekerja sendiri. Oleh karena itu, UNJ akan terus memperkuat jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, media, lembaga pembangunan, serta berbagai mitra strategis lainnya. Kolaborasi ini penting agar mahasiswa Papua memperoleh akses yang lebih luas terhadap pendidikan, pengembangan kompetensi, kewirausahaan, dan peluang kerja di masa depan,” ungkap Rahmat Darmawan.
Audiensi juga menghasilkan sejumlah peluang kolaborasi strategis, di antaranya pengembangan riset dan publikasi pendidikan Papua, pelatihan kewirausahaan, literasi digital, penguatan media dan storytelling program, pemanfaatan jejaring Corporate Social Responsibility (CSR), serta pengembangan akses pembiayaan melalui berbagai mitra pembangunan.
Sebagai tindak lanjut, UNJ akan melakukan evaluasi dan pelaporan program secara berkala, menyempurnakan Model Pendidikan Khusus Mappi berbasis penelitian lapangan, memperkuat publikasi ilmiah, serta memperluas kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung pembangunan SDM Papua yang berkelanjutan.
Pertemuan berlangsung produktif dan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang diharapkan dapat memperkuat model pengembangan SDM Papua berbasis pendidikan, karakter, keterampilan hidup, dan pemberdayaan ekonomi. Program Pendidikan Mahasiswa Kabupaten Mappi yang dijalankan UNJ pun dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi praktik baik (best practice) dalam pembangunan SDM Papua yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya di masa mendatang.