
, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Komitmen tersebut diwujudkan melalui tim dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (Prodi PPKN FISH) UNJ yang menyelenggarakan “Workshop Deep Learning–Project Based Learning (PjBL)” bagi Guru yang berlangsung di Aula Desa Cisaat, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh para guru dari berbagai jenjang pendidikan di Desa Cisaat sebagai upaya meningkatkan kompetensi profesional pendidik dalam mengimplementasikan pendekatan pembelajaran yang inovatif, berpusat pada peserta didik, serta relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Workshop dipimpin oleh Prof. Etin Solihatin selaku ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat UNJ yang sekaligus menjadi narasumber utama. Turut hadir sebagai narasumber Raharjo, dan Yuyus Kardiman, yang merupakan dosen dan tim pelaksana kegiatan dari Prodi PPKn FISH UNJ.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Cisaat, Suryana, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi UNJ dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran akademisi dan pakar pendidikan dari UNJ memberikan kesempatan berharga bagi para guru untuk memperkaya wawasan serta meningkatkan kapasitas profesional mereka.
“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Semoga para guru memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong kemajuan sumber daya manusia di Desa Cisaat,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Etin Solihatin menjelaskan bahwa pendekatan Deep Learning dalam pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, melainkan merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam membangun pengetahuan dan pemahaman secara mendalam.
Menurutnya, pembelajaran yang berkualitas harus dibangun di atas tiga prinsip utama, yaitu berkesadaran (mindful learning), bermakna (meaningful learning), dan menyenangkan (joyful learning). Ketiga prinsip tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mengembangkan kreativitas peserta didik.
Sementara itu, Raharjo memaparkan bagaimana konsep Deep Learning dapat diimplementasikan secara konkret melalui model Project Based Learning (PjBL). Ia menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar melalui pengalaman nyata, kolaborasi, investigasi, pemecahan masalah, serta menghasilkan karya yang memiliki relevansi dengan kehidupan sehari-hari.
“Project Based Learning menjadi salah satu pendekatan yang sangat efektif dalam mewujudkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan. Melalui proyek, siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kemampuan bekerja sama,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Dalam sesi diskusi, para guru aktif mengajukan pertanyaan mengenai strategi implementasi Deep Learning dan Project Based Learning di kelas, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi dalam menerapkan pembelajaran inovatif di sekolah.
Para peserta mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang dapat diterapkan untuk merancang pembelajaran yang lebih kreatif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara holistik.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, UNJ berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan satuan pendidikan dalam mendorong transformasi pembelajaran. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan guna mempersiapkan generasi masa depan yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.