FMIPA UNJ Gandeng Curtin University Kembangkan Pembelajaran STEM Berbasis Inkuiri

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. FMIPA UNJ Gandeng Curtin University Kembangkan…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Perluas Kolaborasi Strategis bersama Pemprov DKI Jakarta

Perkuat Pengembangan Pembelajaran, UNJ dan Arasoft Co., Ltd Tandatangani MoU Modul e-PUB

UNJ dan Batangas State University Perkuat Kolaborasi melalui Psychological First Aid dan Student Well-Being

UNJ Gelar Peringatan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Kiprah dan Prestasi UNJ Mengharumkan Indonesia di Asian Games 2026

JAKARTA, Humas UNJ – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ) memperkuat kolaborasi akademik internasional dalam pengembangan pembelajaran berbasis Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM). Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Workshop “STEM Education for Deep Learning Classroom” yang digelar bersama Badiklat JSTI Indonesia dan Tim Diklat JSIT Wilayah DKI Jakarta di Aula SDIT Nurul Iman, Jakarta Timur, Selasa (18/8/26).

Workshop menghadirkan tiga akademisi dengan kepakaran di bidang pendidikan STEM dan pembelajaran mendalam, yakni Ella Fitriani, dosen Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA UNJ; Prof. Rachel Sheffield, Professor of STEM Education dari Curtin University, Australia; serta Prof. Rekha Koul, Professor of Science Education dari Curtin University, Australia.

Ella Fitriani membuka sesi dengan materi “STEM Education: Why it Matters for Deep Learning Classroom”. Ia menjelaskan bahwa pembelajaran STEM dapat mendorong peserta didik tidak sekadar memahami konsep, tetapi juga menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata melalui eksplorasi, pemecahan masalah, dan kolaborasi.

Selanjutnya, Prof. Rachel Sheffield menyampaikan materi “Designing Inquiry-Based STEM Lessons for Deep Learning Classrooms”. Materi tersebut membahas perancangan pembelajaran STEM berbasis inkuiri yang mendorong peserta didik aktif mengajukan pertanyaan, melakukan penyelidikan, menemukan informasi, dan membangun pemahaman melalui pengalaman belajar yang bermakna.

Sementara itu, Prof. Rekha Koul membawakan materi “Assessing Student Learning in STEM-Based Deep Learning Classrooms”. Ia mengulas strategi penilaian dalam pembelajaran berbasis STEM yang tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga memperhatikan proses belajar, keterlibatan peserta didik, serta kemampuan mereka dalam membangun dan menerapkan pengetahuan.

Dekan FMIPA UNJ, Hadi Nasbey mengatakan, penguatan pembelajaran STEM penting untuk menjawab perubahan kebutuhan pendidikan yang semakin menuntut kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan pemecahan masalah.

“Pembelajaran STEM memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengintegrasikan berbagai bidang ilmu sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan pemecahan masalah. Kolaborasi ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kompetensi pendidik agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan dengan tantangan masa depan,” ujar Hadi.

Menurut Hadi, penerapan STEM juga sejalan dengan peran FMIPA UNJ dalam memperkuat pendidikan sains sekaligus menyiapkan pendidik yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Pengembangan pembelajaran berbasis STEM menjadi bagian dari upaya FMIPA UNJ untuk memperkuat pendidikan sains dan meningkatkan kapasitas pendidik. Karena itu, kolaborasi akademik seperti ini perlu terus dikembangkan agar inovasi pembelajaran dapat diterapkan secara nyata di ruang kelas,” katanya.

Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi, dan Kerja Sama FMIPA UNJ, Prof. Dalia Sukmawati menilai kegiatan tersebut juga menjadi ruang strategis untuk memperluas jejaring akademik internasional dan mempertemukan pengalaman pendidikan dari Indonesia dan Australia.

“Kolaborasi dengan Curtin University memberikan kesempatan bagi pendidik untuk memperoleh perspektif dan praktik baik dalam penerapan STEM dan deep learning. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada workshop, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan inovasi pembelajaran,” ungkap Prof. Dalia.

Kolaborasi FMIPA UNJ dengan Curtin University sebelumnya telah berlangsung melalui sejumlah kegiatan akademik, khususnya dalam pengembangan pendidikan STEM. Pada 2025, Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA UNJ juga menyelenggarakan Teacher Workshop bertema “Classroom Emotional Climate and Deep Learning” dengan Prof. Rekha Koul sebagai salah satu narasumber.

Menurut Prof. Dalia, kesinambungan kegiatan tersebut menjadi modal penting untuk membangun kerja sama yang lebih berkelanjutan.

“Rekam jejak kerja sama yang sudah terbangun menjadi modal untuk memperluas kolaborasi, baik dalam pendidikan, penelitian maupun pengembangan inovasi pembelajaran. Fokus pada STEM dan deep learning dapat menjadi salah satu ruang kerja sama yang terus dikembangkan,” ujarnya.

Workshop tersebut sekaligus memperkuat pemahaman pendidik mengenai pembelajaran mendalam yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif. Pendekatan ini mendorong peserta didik memahami konsep secara lebih mendalam, menghubungkan pengetahuan dengan konteks kehidupan, serta mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Melalui kolaborasi FMIPA UNJ, Badiklat JSTI Indonesia, Tim Diklat JSIT Wilayah DKI Jakarta, dan akademisi Curtin University, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru sekaligus mendorong penerapan pembelajaran STEM yang kontekstual, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya FMIPA UNJ memperluas jejaring internasional untuk mendukung pengembangan pendidikan sains dan inovasi pembelajaran.