JAKARTA, Humas UNJ – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ) memperluas wawasan mahasiswa mengenai pengembangan pembelajaran STEM melalui Guest Lecture “Designing and Researching Inquiry-Based STEM Learning” bersama Prof. Rachel Sheffield dari Curtin University, Australia.
Kegiatan yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA UNJ tersebut berlangsung pada Rabu (19/8/26) di Ruang Sidang Lantai 6, Gedung Hasjim Asjarie, FMIPA UNJ, dan diikuti mahasiswa Pendidikan Kimia.
Guest lecture menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif internasional mengenai perancangan sekaligus penelitian pembelajaran STEM berbasis inkuiri. Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada konsep, tetapi juga diajak memahami bagaimana pendekatan tersebut diterapkan dan dikembangkan dalam konteks pendidikan.
Prof. Rachel Sheffield, Professor of STEM Education, School of Education, Curtin University, Australia, dalam paparannya membahas konsep inquiry-based STEM learning, mulai dari merancang pengalaman belajar berbasis pertanyaan dan penyelidikan hingga mendorong peserta didik membangun pemahaman melalui proses belajar yang aktif.
Menurutnya, pembelajaran berbasis inkuiri menempatkan peserta didik sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Dalam pendekatan ini, peserta didik didorong untuk mengidentifikasi persoalan, mengajukan pertanyaan, mengumpulkan dan menganalisis informasi, serta menyusun solusi berdasarkan proses penyelidikan.
Pendekatan tersebut juga memperlihatkan keterkaitan antara STEM, inquiry-based learning, dan deep learning. Pembelajaran dirancang agar peserta didik mampu menghubungkan berbagai konsep, berpikir kritis, memecahkan masalah, serta menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata.
Dekan FMIPA UNJ, Hadi Nasbey mengatakan, kehadiran akademisi internasional dalam kegiatan perkuliahan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas perspektif sekaligus memahami perkembangan pendidikan STEM dari lingkungan akademik global.
“Kehadiran Prof. Rachel Sheffield memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan pendidikan STEM. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami STEM secara konseptual, tetapi juga mampu melihat bagaimana pembelajaran berbasis inkuiri dapat diterapkan untuk membangun kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah,” ujar Hadi.
Menurut Hadi, penguatan pembelajaran STEM semakin relevan karena kebutuhan pendidikan dan dunia kerja terus berkembang. Kemampuan lintas disiplin, berpikir kritis, berkolaborasi, dan memecahkan masalah menjadi kompetensi yang perlu dibangun sejak proses pendidikan.
“Karena itu, pengalaman belajar mahasiswa perlu diperkaya melalui kegiatan akademik yang menghubungkan teori dengan praktik serta membuka akses terhadap perkembangan pendidikan di tingkat internasional,” katanya.
Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi, dan Kerja Sama FMIPA UNJ, Prof. Dalia Sukmawati mengatakan, guest lecture tersebut merupakan bagian dari penguatan internasionalisasi akademik di lingkungan FMIPA UNJ.
“Guest lecture ini menjadi ruang yang sangat baik bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan akademisi internasional sekaligus memperkaya perspektif mereka mengenai pendidikan STEM. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan menjadi kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dalam pembelajaran, tetapi juga penelitian dan pengembangan inovasi pendidikan,” ungkap Prof. Dalia.
Kolaborasi dengan akademisi internasional juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal praktik pendidikan dan pengembangan penelitian dari perspektif yang lebih luas. Bagi mahasiswa Pendidikan Kimia, materi yang disampaikan Prof. Rachel dapat menjadi referensi dalam merancang pembelajaran sekaligus mengembangkan topik penelitian pendidikan berbasis STEM dan inkuiri.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu melihat pembelajaran STEM bukan hanya sebagai integrasi bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika, tetapi sebagai pendekatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan pemecahan masalah melalui pengalaman belajar yang bermakna.
Guest lecture ini sekaligus memperkuat komitmen FMIPA UNJ dalam menghadirkan lingkungan akademik yang terbuka terhadap pertukaran pengetahuan dan pengalaman internasional. Interaksi langsung dengan akademisi dari perguruan tinggi luar negeri diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran serta mendukung mahasiswa menjadi calon pendidik dan peneliti yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan sains.