JAKARTA, Humas UNJ – Ketua Senat Akademik Universitas Negeri Jakarta (SAU UNJ) Prof. Ahman bersama Sekretaris SAU UNJ Zarina Akbar serta perwakilan dari Komisi 1, 2, 3, dan 4 SAU UNJ mengikuti Forum Dialog Strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTNBH) yang berlangsung pada Senin–Rabu, 28–30 September 2026, di Gedung Widya Graha BRIN, M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.
Berikut perwakilan dari Komisi 1, 2, 3, dan 4 SAU UNJ yang mengikuti kegiatan tersebut dalam 3 kelompok kerja (Pokja), yakni:
Pokja 1 membahas mengenai Peta Jalan Riset Strategis Nasional, yang terdiri dari:
1. Prof. Ramdan Pelana;
2. Prof. Nadiroh; dan
3. Etty Gurendrawati.
Pokja 2 membahas mengenai Integritas Riset dan Etika Penggunaan AI, yang terdiri dari:
1. Prof. Bagus Sumargo
Pokja 3 membahas mengenai Kebijakan SDM Iptek di Perguruan Tinggi, yang terdiri dari:
1. Eka Putri Azrai;
2. Suprihatin;
3. Prof. Dewi Susita; dan
4. Sachriani.
Forum mengusung tema “Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi Nasional, Peta Jalan, Etika Akademik, dan Tata Kelola SDM Iptek” dan menjadi ruang dialog strategis antara pimpinan senat akademik PTNBH, BRIN, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional.
Dalam forum tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mendorong PTNBH untuk menempatkan riset sebagai bagian penting dalam pengembangan perguruan tinggi. Penguatan budaya riset, antara lain, dilakukan melalui peningkatan jumlah mahasiswa pascasarjana, pengembangan laboratorium, serta penguatan tata kelola penelitian bagi dosen dan peneliti.
Mendiktisaintek juga mendorong perguruan tinggi memperluas kolaborasi dengan BRIN dan dunia industri. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pengembangan talenta, mobilitas peneliti dan akademisi, pemanfaatan bersama infrastruktur riset, serta pengembangan hasil penelitian dan inovasi agar memberikan dampak yang lebih luas.
Ketua SAU UNJ, Prof. Ahman Sya menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi ruang penting bagi senat akademik untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan riset dan inovasi sekaligus memastikan tata kelola akademik tetap berjalan sesuai prinsip mutu dan etika.
“Forum ini menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk memperkuat budaya riset sekaligus membangun kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi, BRIN, pemerintah, dan dunia industri. Bagi UNJ, penguatan ekosistem riset perlu berjalan seiring dengan pengembangan sumber daya manusia, etika akademik, dan tata kelola yang mendukung mutu akademik,” ujar Prof. Ahman.
Sementara itu, Sekretaris SAU UNJ, Zarina Akbar menilai keterlibatan UNJ dalam forum MSA PTNBH menjadi kesempatan untuk memperluas perspektif dan jejaring dalam pengembangan tata kelola akademik, riset, dan inovasi.
“Pertemuan ini memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk saling berbagi pengalaman dan merumuskan penguatan ekosistem riset secara bersama. Kami berharap hasil dialog dapat menjadi masukan bagi pengembangan kebijakan dan tata kelola akademik di UNJ, khususnya dalam mendorong riset yang berkualitas, beretika, kolaboratif, dan berdampak,” tutur Zarina.
Forum tersebut juga menyoroti pentingnya keterhubungan antara kapasitas sumber daya manusia, pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan perkembangan ekonomi nasional. Kepala BRIN Arif Satria menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia dan inovasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing nasional.
Kegiatan yang diikuti delegasi dari 23 PTN BH tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan BRIN dalam membangun ekosistem riset nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan. Bagi UNJ, partisipasi dalam forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola akademik, budaya riset, serta kolaborasi dalam mendukung UNJ yang berdampak dan bereputasi global.