Cedera Menghentikan Karier Atlet, Tapi Tidak Semangatnya, Kisah Inspiratif Langgeng Safitri yang Jadi Wisudawan Terbaik di FIKK UNJ

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Rayhan dan Adelio Raih Gelar Mawapres…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Kawal Karier Dosen Menuju Kampus Unggul, UNJ Selenggarakan Bimtek Layanan Profesi Berbasis Regulasi Terbaru

Kunjungi UNJ, BNN Ajak Kolaborasi Perkuat Pencegahan Narkotika di Lingkungan Pendidikan

Konsistensi Inovasi dan Publikasi Angkat UNJ ke Peringkat 2.148 Dunia dan 32 Nasional Versi Webometrics 2026

Perkuat Jejaring Global Calon Guru, FBS UNJ Sambut Delegasi Internasional SEA Teacher Batch 11 Tahun 2026

Teguhkan Kebersamaan dalam Semangat Idulfitri, UNJ Gelar Halalbihalal

Jakarta, Humas UNJ — Langgeng Safitri, lulusan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ), yang berhasil meraih predikat wisudawan terbaik fakultas dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87. Prestasi tersebut diumumkan dalam prosesi wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 Gelombang Kedua di Sesi Pertama yang digelar di Gedung Olahraga UNJ pada Kamis, 27 Oktober 2025.

Di balik pencapaian akademiknya, Langgeng menyimpan kisah perjuangan yang menginspirasi. Ia sempat mengalami cedera lutut serius (Anterior Cruciate Ligament/ACL) saat aktif di dunia olahraga, yang memaksanya menjalani operasi dan menghentikan kariernya sebagai atlet.

“Setelah operasi, saya tidak bisa kembali ke dunia atlet. Tapi dari situ saya belajar banyak hal,” kenangnya.

Meski sempat terpuruk, Langgeng bangkit dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk membantu orang lain. Kini, ia bekerja di bidang terapi olahraga, sejalan dengan jurusan yang ia tekuni.

“Saya ingin orang-orang yang mengalami hal serupa bisa menjalani rehabilitasi lebih awal, supaya mereka punya kesempatan untuk pulih dan kembali beraktivitas,” ujarnya.

Ketertarikannya pada bidang olahraga dan kesehatan sejak awal membuat Langgeng memilih FIKK UNJ sebagai tempat menimba ilmu.

“Aku suka hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan dan olahraga. Jadi aku menyalurkan minatku di situ,” ungkapnya.

Skripsi yang ia susun pun berangkat dari pengalaman pribadinya, membahas cedera ACL dan faktor-faktor yang menyebabkan sebagian atlet tidak kembali berolahraga pasca rehabilitasi.

“Saya berharap hasil penelitian saya bisa membantu mereka yang mengalami trauma agar tetap semangat untuk kembali ke dunia olahraga,” katanya.

Ketika ditanya tentang rahasia tetap aktif dan berprestasi di tengah tantangan, Langgeng menjawab, “Kuncinya menikmati proses. Jalani semuanya dengan rasa senang, tanpa harus terbebani harus jadi yang terbaik.”

Di akhir wawancara, Langgeng mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT, serta terima kasih kepada kedua orang tua, keluarga, dan sahabat yang selalu mendukungnya. Ia juga menitipkan pesan kepada mahasiswa UNJ, “Tetap tabah sampai akhir, karena di depan selalu ada hal manis yang menunggu.”

Mahasiswi asal Karawang yang kini tinggal di kawasan Kayu Jati ini membuktikan bahwa setiap luka bisa menjadi jalan menuju kesembuhan, dan setiap kegagalan dapat melahirkan inspirasi baru bagi banyak orang.