Bangkok, Humas UNJ – Achmad Firas Khudi yang merupakan dosen Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), turut berpartisipasi dalam “The 1st Southeast Asia Regional Conference on Academic Freedom” dengan tema “Reclaiming the Space” atau Konferensi Regional Asia Tenggara Pertama tentang Kebebasan Akademik. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Southeast Asia Coalition for Academic Freedom (SEACAF) bekerja sama dengan Mahidol University, dan berlangsung pada 3–4 November 2025 di Prince Mahidol Hall Convention Center, Mahidol University, Thailand.
Konferensi ini mempertemukan para akademisi, peneliti, dan aktivis pendidikan dari berbagai negara di Asia Tenggara serta beberapa kawasan lain seperti Inggris, Italia, Amerika Serikat, dan Afrika. Pada kegiatan tersebut, Achmad Firas Khudi mempresentasikan penelitian berjudul “Untamed Voices: Activist Scholars and the Public in Indonesia’s Post-Jokowi Neoliberal Turn.”

Firas tampil pada Panel 2.1 yang bertema “Navigating Spaces of Academic Freedom”, yang dimoderatori oleh Prof. Khoo Ying Hooi dari Universiti Malaya. Dalam panel tersebut, ia berkolaborasi dan berdiskusi dengan peneliti lain dari Coventry University, University of the Philippines, serta dua aktivis pendidikan asal Vietnam.
Melalui paparannya, Firas menyoroti perkembangan neoliberalisme di Indonesia pasca-era Presiden Jokowi, termasuk implementasi kebijakan “Kampus Merdeka” yang dinilainya memperkuat kontrol manajerial dalam pendidikan tinggi. Ia berargumen bahwa kebijakan tersebut berpotensi menciptakan bentuk baru “kapitalisme pengetahuan” yang membatasi ruang bagi akademisi-aktivis dalam menghubungkan pengetahuan kritis dengan aksi kolektif.
Penelitian ini mengidentifikasi tiga arena utama tempat dinamika tersebut terjadi, yakni pendidikan tinggi, ruang publik, dan kebijakan negara. Melalui pendekatan sosiologis dan analisis kritis, Firas mengajak peserta konferensi untuk merefleksikan kembali peran akademisi dalam mempertahankan kebebasan berpikir serta keberpihakan terhadap masyarakat sipil di tengah tekanan neoliberalisme dan birokratisasi pendidikan.
Partisipasi Achmad Firas Khudi dalam konferensi internasional ini menjadi bentuk kontribusi akademik UNJ dalam memperkuat jejaring riset dan diskursus kebebasan akademik di kawasan Asia Tenggara. Keterlibatan ini juga mencerminkan komitmen sivitas akademika FISH UNJ dalam memperjuangkan nilai-nilai kritis, kebebasan berpikir, dan tanggung jawab sosial di dunia pendidikan tinggi.