Dua Akademisi FMIPA UNJ Perkuat Jejaring Global di ICABB 2026 Türkiye

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Dua Akademisi FMIPA UNJ Perkuat Jejaring…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ dan Batangas State University Perkuat Kolaborasi melalui Psychological First Aid dan Student Well-Being

UNJ Gelar Peringatan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Kiprah dan Prestasi UNJ Mengharumkan Indonesia di Asian Games 2026

Delegasi UNJ Kunjungi KBRI Doha, Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Budaya dengan Qatar

Dosen FBS UNJ Raih IKAPI Award 2026, Buku “Gaza: Suatu Malam di Jakarta” Jadi Book of the Year

AKSARAY, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memperluas jejaring akademik internasional melalui partisipasi dua dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dalam 10th International Congress on Advances in Bioscience and Biotechnology (ICABB 2026) di Aksaray, Türkiye, pada 14–17 September 2026.

Dua akademisi tersebut adalah Prof. Dalia Sukmawati, Guru Besar Mikrobiologi Program Studi Biologi FMIPA UNJ, dan Sri Rahayu, dosen Biokimia Program Studi Biologi FMIPA UNJ yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kantor Urusan Internasional (KUI) UNJ.

ICABB 2026 mengangkat tema “One World, One Health” dan diselenggarakan oleh Aksaray University bersama Eurasian Society for Biotechnology (ESBioTech). Forum tersebut mempertemukan peneliti dan akademisi dari berbagai negara untuk membahas perkembangan biosains dan bioteknologi serta membuka peluang kolaborasi lintas disiplin.

Dalam forum tersebut, Prof. Dalia Sukmawati dipercaya menjadi anggota Scientific Committee ICABB 2026. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademik UNJ dalam forum ilmiah internasional sekaligus membuka ruang interaksi dengan peneliti dari berbagai institusi dan negara.

Prof. Dalia memiliki kepakaran di bidang mikrobiologi, antara lain melalui penelitian mengenai yeast, biocontrol, dan bioprospeksi mikroba asal Indonesia. Keterlibatannya dalam komite ilmiah juga menjadi kesempatan untuk bertukar gagasan mengenai perkembangan riset biosains dan bioteknologi.

“Keikutsertaan dalam Scientific Committee ICABB 2026 menjadi kesempatan untuk berkontribusi dalam forum akademik internasional sekaligus memperluas jejaring dengan peneliti dari berbagai negara. Bagi saya, forum seperti ini penting karena perkembangan riset mikrobiologi dan bioteknologi membutuhkan pertukaran pengetahuan serta kolaborasi lintas bidang dan lintas negara,” ujar Prof. Dalia.

Menurut dia, jejaring internasional yang terbentuk tidak berhenti pada keikutsertaan dalam konferensi, tetapi perlu ditindaklanjuti melalui kerja sama penelitian, publikasi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan kapasitas akademik.

“Potensi kolaborasi yang muncul dari forum internasional perlu ditindaklanjuti menjadi kerja sama yang konkret. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya mikroba yang sangat besar sehingga terbuka peluang untuk dikembangkan melalui riset bersama dan pendekatan bioteknologi yang berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Sri Rahayu turut memperkuat keterlibatan UNJ dalam forum tersebut. Sebagai dosen Biokimia dan Sekretaris KUI UNJ, kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperluas mobilitas akademik sekaligus membangun hubungan dengan mitra perguruan tinggi dan peneliti internasional.

Partisipasi Sri Rahayu di ICABB 2026 juga melanjutkan aktivitas akademik internasional yang dijalaninya sepanjang 2026. Sebelumnya, ia berpartisipasi dalam International Research Colloquium di Filipina dan meraih penghargaan sebagai best presenter, best paper, dan best article. Ia juga mengikuti program dosen tamu di Ho Chi Minh City University of Technology, Vietnam.

“Forum internasional memberikan ruang bagi akademisi untuk tidak hanya mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga membangun komunikasi dengan calon mitra dari berbagai negara. Dari interaksi tersebut, kita dapat melihat peluang kerja sama yang relevan untuk dikembangkan bersama,” ujar Sri Rahayu.

Ia mengatakan, keterlibatan akademisi dalam forum internasional juga dapat mendukung penguatan jejaring kelembagaan. Karena itu, hasil dari mobilitas akademik diharapkan dapat diteruskan dalam bentuk kerja sama yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika.

“Sebagai bagian dari Kantor Urusan Internasional, saya melihat mobilitas akademik sebagai pintu masuk untuk membangun hubungan kelembagaan yang lebih luas. Harapannya, jejaring yang terbentuk dapat berkembang menjadi pertukaran staf, kolaborasi riset, publikasi bersama, maupun program akademik lainnya,” katanya.

ICABB 2026 menghadirkan pembicara utama dari sejumlah negara, antara lain Malaysia, Türkiye, Oman, Inggris, Indonesia, Mesir, serta Bosnia dan Herzegovina. Forum ini membahas perkembangan berbagai bidang bioteknologi, termasuk bioteknologi hijau, putih, merah, biru, kuning, dan abu-abu.

Tema “One World, One Health” menjadi salah satu perhatian dalam kongres melalui pendekatan lintas disiplin. Agenda tersebut juga diselenggarakan bersamaan dengan International Congress on Advances in Veterinary Sciences & Technics (ICAVST 2026), yang memperluas ruang dialog antara bidang biosains, bioteknologi, dan ilmu kedokteran hewan.

Bagi UNJ, keikutsertaan dua akademisi FMIPA dalam ICABB 2026 menjadi bagian dari penguatan peran perguruan tinggi dalam jejaring akademik global. Forum internasional memberikan ruang bagi akademisi untuk bertukar pengetahuan, memperkenalkan hasil riset, membangun hubungan kelembagaan, sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama penelitian.

Kehadiran Prof. Dalia Sukmawati dan Sri Rahayu juga sejalan dengan upaya UNJ memperluas kolaborasi internasional melalui mobilitas akademik dan riset. Jejaring yang terbangun diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret, termasuk pertukaran staf, penelitian bersama, publikasi internasional, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Partisipasi tersebut memperkuat kehadiran FMIPA UNJ dalam forum biosains dan bioteknologi internasional. Melalui keterlibatan akademisi dalam forum ilmiah global, UNJ membuka ruang yang lebih luas bagi pertukaran gagasan, pengembangan riset, dan kerja sama akademik lintas negara.