Jakarta, Humas UNJ 29 April 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ) bekerja sama dengan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat dan Pueblo Science Canada sukses menyelenggarakan workshop internasional bertajuk “Bringing Robotics to Life: Hands-On Training to Strengthen STEM” pada 28–29 April 2026 di Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan (P4) Jakarta Pusat, Pasar Baru. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Workshop ini dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Jakarta Pusat, Eric Pahlevi Zakaria Lumbun, dan turut dihadiri oleh Dekan FMIPA UNJ, Hadi Nasbey, serta perwakilan dari Kedutaan Besar Kanada di Jakarta.
Pada tahun 2025, Kedutaan Kanada telah memperkenalkan Pueblo Science kepada UNJ sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan sains dan STEM.

Pueblo Science merupakan organisasi nirlaba internasional yang didirikan oleh para ilmuwan dan insinyur dengan misi memajukan pendidikan sains secara global serta menciptakan solusi berkelanjutan untuk mengurangi kemiskinan melalui pendidikan. Organisasi ini mengedepankan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), dengan mengembangkan perangkat ajar yang menyederhanakan konsep-konsep kompleks menjadi lebih mudah dipahami sesuai usia peserta didik. Hingga saat ini, Pueblo Science telah menjangkau sekitar 450.000 siswa dan 5.500 guru di delapan negara, termasuk Kanada, Filipina, Guyana, Jamaika, Thailand, India, dan Bolivia.
Ketua pelaksana, Mutia Delina, menyampaikan bahwa selama dua hari pelaksanaan, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar langsung (hands-on) kepada 122 peserta yang terdiri dari 52 guru SD dan SMP di DKI Jakarta serta 70 mahasiswa FMIPA UNJ.
“Peserta tidak hanya dikenalkan pada konsep dasar robotika, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaannya dalam berbagai konteks ilmiah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Mutia yang merupakan dosen FMIPA UNJ.

Dalam workshop ini, peserta mengikuti enam modul utama yang mengintegrasikan robotika dengan konsep sains, yaitu Heat of Reaction and Temperature Sensors (membangun dan memprogram perangkat berbasis thermistor untuk memantau suhu reaksi kimia), Ultrasonic Sensors and Obstacle Avoidance (merakit kendaraan dengan sensor ultrasonik untuk mendeteksi objek dan menghindari hambatan), Vibration Sensors and Earthquakes (memahami konsep gelombang seismik melalui perangkat yang merespons getaran), Soil Moisture Sensors and Plant Growth (mengembangkan alat pemantau kelembapan tanah untuk mendukung pertanian berkelanjutan), IR Sensors and Line Following (merancang robot line follower berbasis sensor inframerah), Pulse Oximeters and Heart Rate Monitoring (mempelajari pemantauan detak jantung dan kadar oksigen dalam darah melalui perangkat sensorik).
Seluruh sesi pelatihan dibawakan langsung oleh tim ahli dari Pueblo Science, yaitu Mayrose Salvador, Martin Labrecque, Jacqueline Brillantes, Matthew Jabile, Valentina Tamayo, dan Panos Papangelakis.
Melalui pendekatan hands-on, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga merakit, memprogram, dan mengoperasikan perangkat robotik untuk mengamati fenomena ilmiah secara nyata. Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti kompetisi robotika yang diselenggarakan oleh Pueblo Science sebagai bentuk evaluasi sekaligus apresiasi atas keterampilan yang telah diperoleh.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam bidang robotika dan instrumentasi, sekaligus mendorong para guru untuk mengintegrasikan teknologi robotik dalam proses pembelajaran, khususnya dalam penguatan pendidikan STEM di sekolah.
Melalui kolaborasi lintas institusi dan dukungan internasional, workshop ini menjadi langkah konkret FMIPA UNJ dalam mendorong inovasi pendidikan serta mempersiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi di masa depan.